Rapat Manajer Klub PSSI

Legiun Asing Mengerucut

Kamis, 7 November 2013 23:40 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

PSSI mulai membenahi regulasi menyusul penggabungan Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia pada musim 2013-2014.

Lembaga sepakbola tertinggi Indonesia itu menghelat Rapat Manajer Klub pada Kamis (07/11/13). Salah satu pokok bahasan adalah quota legiun asing di tiap klub.

“Skenarionya, pemain asing yang tampil di lapangan hanya tiga orang, dua bebas dan satu dari Asia, apalagi karena kita berasal dari AFC,” ucap Erwin Dwi Budiawan.

“Proposal itu dibahas pada pertemuan dengan klub hari ini” timpak pria yang menjabat sebagai Ketua Komite Bidang Kompetisi PSSI itu, Kamis.

Quota pemain impor memang jadi topik menarik. Kabar yang beredar pemain asing di tiap klub adalah tiga pemain, lalu sempat berubah menjadi tiga plus satu, tiga orang bebas dari mana saja dan satu dari Asia.

Pada musim lalu, LSI dan LPI menetapkan total quota lima pemain asing. Tiga pemain bebas berasal dari mana saja dan dua pesepakbola dari Asia.

Keputusan bersama antara PSSI dan klub-klub LSI dan tim yang lolos verifikasi LPI belum muncul. Kalau memang sudah pasti, keputusan itu akan menjadi ketetapan resmi dalam rapat Exco PSSI.

Pertemuan Exco PSSI itu berlangsung pada November ini dalam kerangka forum rapat tahunan PSSI. Menurut Erwin, pemangkasan jumlah legiun asing bertujuan agar mereka optimal bermain di tim inti.

“Lagipula budget besar untuk menggaji mereka bisa dikurangi. Utamanya mencari (pemain) asing berkualitas," timpal Erwin soal pemangkasan jumlah pemain asing.

Namun, Erwin menjelaskan, klub yang tampil di event internasional, seperti AFC Champions League maupun AFC Cup, mendapat izin mengontrak pemain asing lebih dari tiga. "Risikonya budget pasti lebih besar," tandas Erwin.

Sisi finansial klub jadi fokus berikutnya, mengingat pada musim-musim terdahulu kerap terdengar klub kesulitan membayar gaji pemain asing, lantaran anggaran klub yang minim.