Klub kota Rembang, PSIR, menyudahi kompetisi Indonesian Premier League 2012-2013 dengan hasil mengecewakan. Selain turun kasta ke Divisi Utama, PSIR mengalami defisit pada laporan keuangan.
"Memang defisit, tapi hanya sedikit, dan kewajiban kami kepada pemain sudah terlunasi," ungkap Charis Kurniawan, CEO PSIR Rembang, kepada INDOSPORT, Kamis (07/11/13).
Menurut Charis, pihaknya akan menutup kekurangan anggaran tersebut dengan keuntungan dari usahanya. "Untung hanya sedikit tapi bisa untuk menutupi defisiti," tambah Charis.
Penyebab utama keuangan PSIR yang defisit ialah pemasukan dari tiket yang kurang optimal. Menurut Charis, pemasukan dari sektor tersebut belum sesuai dengan harapan manajemen.
Charis beranggapan bahwa penurunan penghasilan dari sektor tiket penonton lantaran jadwal dari operator liga yang kerap berubah-rubah.
“Mungkin masyarakat sering simpang siur dengan kapan laga home kita digelar sehingga beberapa pertandingan home kita sepi penonton,” jelas Charis Kurniawan.
Selain sektor tiket, Charis menganggap dana talangan yang tidak kunjung turun hingga akhir musim menjadi penyebab. Di awal kompetisi, PT LPIS menjanjikan dana talangan kepada tiap klub.
“Saya harap, saat kami berada di Divisi Utama, kompetisi berikutnya bisa lebih baik,” ungkap Charis yang menunggu konsolidasi PSSI berbarengan dengan pengelolaan operator liga yang profesional.