Menghadapi Diklat Persib yang berusia di bawah 19 tahun, Persib Bandung tampil mengecewakan. Kesalahan menjadi warna kental permainan tim asuhan Djadjang “Djanur” Nurdjaman.
Justru para pemain diklat mampu mendominasi permainan. Para pemain muda seperti mengajari para senior penerapan serangan, bertahan, hingga penguasaan bola.
Armada Djanur lebih sering bermain tanpa pola dan mudah kehilangan bola. Komunikasi antarpemain juga jelas terlihat tak berjalan.
Melihat penampilan anak asuh, Djanur tak cemas. Dia mengungkapkan laga uji coba ini hanya untuk melihat stamina pemain.
"Pertandingan ini tujuannya melihat kontrol game. Pemain juga belum lengkap," ujar Djanur saat berbincang usai pertandingan.
"Pemain yang sekarang pas-pasan. Jadi saya belum bisa evaluasi. Karena belum menggambarkan kekuatan tim," dia menjelaskan.