Jordania v Uruguay

Amankan Tiket di Amman

Rabu, 13 November 2013 07:23 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
 Copyright:

Uruguay dan Jordania akan memulai pertarungan memperbutkan tiket ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil. Kota Amman akan menjadi awal penentu nasib Uruguay dan Jordania.

Uruguay berambisi lolos ke Brasil, tempat mereka menjadi kampiun Piala Dunia 1950. Sepanjang sejarah, ini merupakan kali keempat Uruguay harus bertarung lewat pintu playoff Piala Dunia.

Dalam tiga playoff, La Celeste lolos usai kalahkan Australia pada 2002. Mereka juga lolos setelah melibas Kosta Rika pada 2010. Tapi mereka gagal saat kalah di tangan Australia pada 2006.

Jordania sedang berusaha mengukir sejarah, pertama kali tampil di Piala Dunia.

Dengan deratan bintang yang ada, Uruguay sejatinya tak sulit lewati hadangan Jordania. Laga pertama di Amman menjadi kunci karena Jordania punya rekor buruk saat tampil di luar kandang.

Jordania dalam enam laga tandang terakhir tak pernah menang, lima di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Jika minimal bisa menahan imbang Jordania di Amman, peluang Uruguay mengamankan tiket ke Brasil semakin besar. Tapi Uruguay mesti mewaspadai Jordania yang kuat di rumah sendiri.

Bintang Uruguay, Luis Suárez meminta rekan-rekan tak percaya diri terlalu berlebihan. Bagi Suárez selalu akan sulit menghadapi lawan yang memiliki motivasi besar.

"Jordania akan sangat termotivasi untuk bermain melawan kami. Mereka akan seperti tim-tim yang kami temui di Piala Dunia dan Piala Amerika," kata Suárez.

"Kami harus waspada. Kami tahu Jordania memiliki pemain-pemain yang cepat. Jika memberi ruang, mereka dapat memperlihatkan kualitas mereka," penyerang Liverpool menambahkan.

Dari kubu Jordania, sebagai pelecut semangat, Raja Abdullah, berjanji memberikan bonus jika mampu lolos ke Brasil.

Jordania yang saat ini di bawah asuhan pelatih asal Mesir, Hossam Hassan, memiliki beberapa kendala seperti absennya kiper Amer Shafie yang harus jalani hukuman.

Jordania juga tak bisa memainkan Mohamed Dmeiri dan Anas Bani Yasin yang masih cedera.