Seperti terbayang kegagalan di play-off 20 tahun silam, Prancis bermain begitu hati-hati menghadapi tuan rumah Ukraina. Tim Ayam Jantan lebih memilih menunggu lawan.
Di babak pertama, Ukraina meciptakan lebih banyak peluang daripada tamu. Pada menit 6, Ukraina hampir buka keunggulan. Tendangan Andriy Yarmolenko masih patah di tangan Hugo Lloris.
Ukraina kembali nyaris mencetak gol lewat Edmar pada menit 29. Tapi aksi pemain berdarah Brasil tak berbuah hasil. Hingga jeda, kedua tim gagal mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Prancis mulai mengambil alih kendali permainan. Beberapa kali Olivier Giroud mendapatkan peluang apik setelah mendapat layanan dari Samir Nasri dan Franck Ribéry.
Saat mulai banyak menguasai permainan, Prancis justru kecolongan. Memasuki menit 60, memanfaatkan bantuan Edmar, Roman Zozulya menjebol gawang Lloris dari dalam kotak.
Selang dua menit, Zozulya nyaris menambah kemasan gol. Tapi usaha dia masih bisa Lloris blok.
Prancis terus berusaha menyamakan skor. Usaha Les Bleus nyaris berhasil pada menit 77. Sayang sepakan Ribéry masih bisa menembus gawang Andrey Pyatov.
Untung tak teraih, sial yang datang. Menit 81, Laurent Koscielny menjatuhkan Zozulya di arena penalti. Wasit tak ragu menunjuk titik putih.
Lewat tendangan kaki kiri, Yarmolenko sukses jalankan tugas sebagai algojo. Ukraina unggul 2-0.
Kemenangan ini menjadi modal besar bagi Ukraina yang kini memiliki peluang besar tampil di Piala Dunia 2014.