Pelatih Indonesia U-19, Indra Sjafri, berkenan berbagi filosofi kepelatihan, saat menghadiri Sumatera Barat Expo di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (16/11/13). Dia selalu teringat filosofi kepelatihan José Mourinho.
“Dia selalu bilang, pemain jangan lebih besar dari negara atau klub,” sebut Indra. “Mourinho itu inspirasi saya. Kalau idola, saya tak punya.”
Sedikit banyak, karakter bos Chelsea itu menular kepada Indra, terutama untuk soal ketegasan. Mourinho enteng saja membangkucadangkan Eden Hazard padahal dia sosok sentral di lini tengah The Blues.
Mourinho tak bisa menerima alasan Hazard yang tiba terlambat di lapangan latihan Chelsea, Senin 4 November 2013. Pemain Belgia itu berkilah kehilangan paspor dan terlambat naik kereta Eurostar dari Lille, Prancis.
Sebagai bagian dari hukuman, nama Hazard tak tercantum saat raksasa London barat meladeni Schalke 04 di ajang Liga Champions.
Tanpa Hazard pun Chelsea masih bisa melenggang kangkung dengan kemenanan 3-0 atas Schalke. Mourinho pun sudah membuktikan bahwa nama Chelsea lebih besar dan tak bergantung terhadap Hazard.
Indra juga ingin berlaku demikian. Dia melarang Yabes Malaifani turun berlatih, Sabtu 09 November 2013, karena terlambat tiba di Kota Batu, Malang, tempat pemusatan latihan Indonesia U-19.
Sejauh ini, kedisiplinan Indra Sjafri terbukti manjur. Tim Garuda Jaya melaju mulus ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, 9-23 Oktober 2014.