Sepulang dari kekalahan 0-1 di China, tim nasional Indonesia akan menghadapi Iraq pada Selasa, 19 November 2013. Pertandingan besok malam akan menjadi persidangan terakhir nasib Tim Garuda.
Secara matematis, Indonesia masih mungkin mengumpulkan 6 poin dari dua pertandingan sisa untuk menyamai nilai China di peringkat 2. Tapi untuk lolos sebagai runner-up terbaik bukan hal mudah.
Setelah empat pertandingan, Indonesia mengais hanya 1 poin dari sekali imbang dengan China pada partai ketiga di Jakarta sebelum ke Xi’an. Tim Garuda kalah 0-1 dari Iraq dan 1-2 oleh Arab Saudi.
Selasa besok, Boaz Solossa dan tim akan ganti menjamu Iraq. Di Xi’an, China melakukan laga peringkat 1 dan 2 dengan Arab Saudi yang bisa memastikan dua tim terbaik lolos ke Australia 2015.
Meski peluang Indonesia sudah tampak kabur, pelatih tim nasional tak mau bersikap putus-asa. Dengan senyum, Jacksen Ferreira Tiago ingin menyemangati para pemainnya untuk terus berjuang.
Jacksen menyatakan, tim sudah belajar dari empat pertandingan terdulu dan mempelajari kekuatan lawan yang juga baru selesai bertanding. Jumat (15/11/13) lalu, Iraq kalah 1-2 di rumah Arab Saudi.
“Kami sudah mempelajari rekaman pertandingan dan mendiskusikan bersama pemain. Kami sudah punya catatan-catatan. Ada beberapa informasi penting untuk bahan persiapan kami,” kata JFT.
Meski telah mengantongi video rekaman pertandingan lawan, Jacksen juga berharap pasukannya tidak kaku dalam menerapkan instruksi. Ia memberi kebebasan pemain untuk mengikuti naluri.
“Semua pemain dalam kondisi sehat. Tidak ada kendala apa pun. Semoga besok menjadi hari yang lebih baik buat kami,” harap Jacksen tentang pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.