Kalah oleh Afrika Selatan

Arbeloa Jadi Kiper Spanyol

Rabu, 20 November 2013 14:10 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Selang waktu tiga tahun, Afrika Selatan memberi kesan berbeda. Pada 2010, Spanyol memahat buku sejarah: menjuarai Piala Dunia setelah menang 1-0 dengan gol Andrés Iniesta di Johannesburg.

Di stadion sama, Selasa malam waktu Afrika atau Rabu dini hari di Indonesia, Spanyol mendapat kejutan dari tuan rumah. Juara Eropa dan Dunia kalah oleh negara penyelenggara Piala Dunia 2010.

Gol tunggal Bernard Parker menembus hadangan Víctor Valdés yang baru bermain sekitar 10 menit pada babak kedua. Valdés tidak meneruskan kerja Iker Casillas yang bersih dari kemasukan bola.

Kesialan bertambah. Valdés mengalami cedera pada menit 75 dan tak sanggup terus main padahal Spanyol sudah melakukan pergantian maksimal, 6 orang, sesuai aturan pertandingan uji coba resmi.

Dalam sisa waktu, para pemain Spanyol sepakat menunjuk bek Álvaro Arbeloa untuk memakai baju dan sarung tangan Valdés serta menjadi kiper ketiga. Di pinggir lapangan, Pepe Reina bersiap masuk.

Afrika Selatan Protes

Protes datang dari pelatih Afrika Selatan, Gordon Igesund. Ia menilai, wasit dan ofisial pertandingan telah melanggar aturan FIFA karena mengizinkan Spanyol memainkan pemain pengganti ketujuh.

Tapi ofisial menganggap mereka menginterpretasi aturan tentang penggantian pemain bahwa suatu tim berhak mengganti pemain yang cedera dengan awak baru hanya untuk posisi kiper ketiga.

Reina – yang bersemangat memainkan pertandingan ke-31 di tingkat internasional – ikut mendebat Igesund. Mantan kiper Liverpool yang kini membela Napoli lantas masuk ke lapangan pada menit 81.

Selama dalam penjagaan Arbeloa, Spanyol tak kebobolan. Reina pun membuat satu penyelamatan. Tapi tim Vicente del Bosque sudah terlanjur seperti kehilangan gelar Juara Dunia di Afrika Selatan!

“Hal terpenting ialah kondisi Víctor Valdés, bukan kekalahan. Mari periksa Valdés, semoga cederanya tak serius,” kata Reina seusai pertandingan sembari membantah Spanyol telah melanggaran aturan.

“Kalau kita bicara fair play, justru normal bila kita menggantikan kiper yang tak bisa main. Fair play justru hal utama dalam pertandingan. Kita semua mendukung fair play,”  tambah José Manuel Reina.