Menurut pria bernama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya berkomitment menerapkan manajemen klub secara modern. Susunan direktur nantinya akan membawahi beberapa manajemen.
“Manajemen talent scouting akan bertugas untuk mencari bibit-bibit usia dini, serta mendata sebagai referensi pemain masa depan,” jelas Yoyok merinci susunan manajemen rancangannya.
Susunan manajemen lainnya, tambah Yoyok, antara lain, direktur teknik dan direktur bisnis yang terdiri dari beberapa manajemen operasional lainnya.
Direktur teknik membawahi manajemen klub PSIS Semarang profesional, manajemen PSIS amatir, serta manajemen talent scouting (pemandu bakat).
Tugas dari manajemen tim amatir adalah mempersiapkan pemain yang berasal dari kompetisi lokal. Selanjutnya mengumpulkan dan mengikutkan para pemain terbaik untuk kompetisi secara intensif.
“Bisa ikut kompetisi Pengcab, Piala Gubernur, atau turnamen apapun. Untuk manajemen tim profesional, harus bisa membawa tim ini berprestasi,” jelas Yoyok Sukawi.
Tugas manajer panitia pelaksana, jelas Yoyok, berkaitan dengan persiapan sebelum menggelar pertandingan. Manajer marketing untuk mencari sponsor, termasuk I-Board dan kerjasama lainnya.
Manajer penjualan memiliki mandat untuk membuat merchandise PSIS Semarang, dan menjualnya, termasuk makanan dan minuman, kartu perdana, serta tiket masuk stadion.
Menurut Yoyok manajer aset bertugas untuk menginventarisir aset-aset klub yang ada. Semua direktur dan manajemen semuanya saling berhubungan dalam melaksanakan fungsinya masing-masing.
“Contohnya kita bisa membeli bus untuk tim, maka akan menekan biaya akomodasi, kalau bus tidak digunakan bisa disewakan yang tentu saja akan menambah penghasilan bagi klub,” ujarnya.
“Begitu juga sama dengan mes dan aset sebagainya,” pungkasnya.