Selain Gajayana, Persepar juga mendaftarkan nama Stadion Maguwoharjo (Yogyakarta) dan Stadion Tuah Pahoe (Palangkaraya) sebagai calon home base untuk liga Indonesia 2014.
“Dengan pertimbangan keuangan dan akomodasi, Persepar condong ke Gajayana. “Demi efisiensi anggaran, kami sengaja tidak memasukan Maguwoharjo,” kata Sigit Widodo, Kamis (28/11/13).
Sigit yang menjabat sebagai direktur kompetisi menjelaskan bila menggunakan Maguwoharjo, Persepar harus naik pesawat dua kali dari Palangkaraya. Tim harus ke Jakarta atau Surabaya dulu.
Setelah itu baru terbang ke Yogyakarta. Bila menggunakan Stadion Gajayana, Persepar cukup terbang menuju Surabaya kemudian melakukan perjalanan darat menuju Malang.
Pertimbangan lain adalah animo pendukung. Potensi dukungan dari warga Kalimantan, khususnya mahasiswa, di Malang jauh lebih besar daripada di Yogyakarta.
Sebagai klub asal Kalimantan Tengah, Persepar sangat ingin menjadikan Stadion Tuah Pahoe di Palangkaraya sebagai markas tim.
Namun sangat kecil kemungkinan bisa menetap di Stadion Tuah Pahoe karena Pemkot Palangkaraya sedang merenovasi sebagian kecil stadion.
Renovasi meliputi ruang ganti pemain, mix zone dan bagian lain. Tribun penonton yang masih terbuat dari kayu baru akan mengalami sentuhan perbaikan pada tahun depan.
Melihat kondisi terkini, Stadion Tuah Pahoe kemungkinan tidak akan lolos verifikasi oleh tim penilai Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).