Pada babak pertama, Juventus harus berjuang lebih keras untuk membongkar pertahanan Udinese. Pertahan squad Francesco Guidolin bermain taktis dalam menjaga setiap serangan Juventus.
Penampilan kiper Brkic yang gemilang juga menjadi alasan Juventus mengalami kendala merobek pertahanan Udinese. Hingga jeda skor tetap kacamata.
Juventus menigkatkan serangan pada babak kedua dengan tempo permainan yang cepat. Carlos Tevez dkk masih belum mampu membongkar pertahanan Udinese.
Tidak adanya gol selama satu jam, membuat pelatih Juventus, Antonio Conte merubah strategi dengan memasukkan Stephan Lichtsteiner dan Fabio Quagliarella.
Masuknya Quagliarella menambah daya gedor serangan Bianconeri. Serangan bertubi-tubi membuat Udinese hanya menjaga pertahanan dan hanya sesekali melakukan serangan balik.
Serangan bertubi-buti Juventus akhirnya membuahkan hasil setelah Fernando Llorente mencetak gol pada masa injury time. Gol tercipta berkat kerjasama Llorente dan Lichtsteiner.
Kemenangan ini membuat Juventus semakin kokoh sekaligus menjauhi kejaran AS Roma yang terpaut tiga poin pada klasemen Serie A.