Uji coba Persebaya melawan PS Fajar tidak membuahkan hasil, yang maksimal. Klub kebanggaan Bonek, gagal menjaringkan gol menghadapi tim yang memiliki level di bawahnya.
Meski demikian, asisten pelatih Persebaya, Tony Ho yang menggantikan peran sementara Rahmad “RD” Darmawan, memaklumi hasil uji coba pertamanya yang kurang memuaskan.
Menurut Tony keunggulan agresifitas timnya, tidak seirama dengan ketajaman lini depan tim. Tidak adanya target man di lini depan, kata Tony, membuat banyak serangan berakhir sia-sia.
“Ini hasil yang wajar, karena banyak pemain yang baru tampil bareng dalam skema tim. Setidaknya hasil ini bisa jadi gambaran saya untuk laporan ke manager coach (RD, red),” kata Tony kepada INDOSPORT.
Tony mengatakan hasil evaluasi awal dalam pengawasannya adalah komposisi lini tengah. Tony mengakui hadirnya Patrice Nzekou menjadi garansi kekuatan, namun harus dengan tandem yang sesuai.
Dari pantauan INDOSPORT saat uji coba berlangsung di Lapangan Nanggala, Dukuh Menanggal, Surabaya, Akbar Rasyid yang bermain sebagai gelandang bertahan, tampil cukup atraktif.
Namun dua winger, Firmansyah dan M Ilham terlalu asyik ke depan. Menurut Tony hal ini sangat beresiko jika lawan Persebaya nantinya tim kuat, seperti kontestan Piala Gubernur Jawa Timur lainnya.
Di uji coba yang terbagi dalam 3 sesi, Tony Ho di babak pertama mempercayakan barisan lini belakang kepada Hasim Kipuw, Ambrizal, Hisyam Tolle dan Rama.
Abdul Rahman Lestaluhu bermain di posisi penyerang lubang. Ari Supriatna menjadi ujung tombak Persebaya di laga itu.
Usai jeda pertandingan, Tony melakukan perombakan squad. Ia memasukkan kiper muda, Thomas Rian Bayu, Fafa Mario Yagalo, Imam Yulianto, Novri Setiawan, Wahyu Subo Seto, dan Febri Hamzah.
Pada pertengahan babak kedua, Ranu Tri Sasongko masuk mengisi pos Nzekou. Tapi perombakan itu justru menghilangkan agresifitas tim.
“Banyak kekurangan yang harus cepat diperbaiki,” jelas Tony Ho seusai laga.