Direktur Utama PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), Diar Kusuma Putra membenarkan bahwa Pacho resmi menggunakan seragam Persebaya untuk kontrak semusim.
"Durasi kontraknya satu musim. Kita berharap Pacho bisa bermain lebih bagus lagi disini. Di Persija dia main bagus. Selain itu, memang posisinya dibutuhkan tim," jelas Diar.
Pacho merupakan salah satu rekomendasi utama coach Rahmad Darmawan. Namun negosiasi sempat tidak berjalan lancar karena Persija ngotot ingin mempertahankan pemain kelahiran 1980 tersebut.
Persebaya menggaet Pacho dengan harga 1,6 miliar rupiah. Harga Pacho lebih mahal dari dua target Kamerun lainnya, Patrice Nzekou dan Daniel Monchare.
"Nzekou 1 miliar rupiah sedangkan Monchare tidak sampai semiliar," ungkap Diar.
Pacho merasa beruntung dapat bergabung dengan Persebaya. Kendati tim promosi, catatan tak terkalahkan pada kompetisi Divisi Utama membuat dirinya memilih berlabuh ke Surabaya.
"Saya milih Persebaya karena saya dengar suporternya fanatik," ungkap Pacho.
Selain Persebaya, tim Barito Putra sebenarnya juga ngebet mendatangkan Pacho, namun pemain asal kamerun tersebut tetap memilih Persebaya.
"Tapi yang serius dan intens komunikasi hanya Surabaya. Itu yang membuat saya optimis main disini bersama rekan saya dari Kamerun," ujar Pacho.
Terkait keterlambatan Daniel Monchare, agensi pemain yang mendatangkan trio Kamerun, Francis Yonga mengatakan terdapat kendala administrasi di Nigeria.
"Daniel memang masih harus melengkapi dokumennya. Ini dikarenakan dia baru pertama kali main di Indonesia," kata Francis.