Persela memanfaatkan status sebagai tuan rumah Grup C, Piala Gubernur Jatim 2013, sebagai momen pembentukan kerangka tim. Eduard Tjong berharap, tuah Stadion Surajaya terus berlanjut.
“Kita memang terkendala pembentukan tim. Tapi saya rasa itu juga dialami tim-tim lain di Piala Gubernur,” jelas Eduard.
“Yang pasti, persaingan di Grup C cukup seimbang. Persegres Gresik (GU) sudah terbentuk, begitu juga PSM Makassar yang musim lalu main di Liga Primer, tak bisa diremehkan,” kata ia kepada INDOSPORT.
Dengan format juara grup dan runner up terbaik yang lolos ke semifinal, membuat kans Persela sebagai tuan rumah terbuka lebar.
“Peluang Persela cukup besar untuk lolos. Apalagi main di Surajaya,” ungkap Eduard.
“Persoalannya, kami masih butuh suntikan legiun asing. Terutama di posisi striker dan gelandang untuk menambah kekuatan. Sekarang belum ada satu pun pemain asing,” ia mengeluhkan.
Di dua perhelatan Piala Gubernur Jatim terakhir, Persela sukses merebut gelar juara. Namun seakan menjadi kutukan, hasil itu tidak berimbas pada penampilan tim di kompetisi reguler.
Kendati bermain stabil sejak tahun 2003 dan belum pernah terdegradasi, tim berjuluk ‘Laskar Joko Tingkir’ seolah akrab dengan papan bawah klasemen di liga sepakbola domestik tanah air.