Head of Foreign Affairs PSSI, Azwan Karim, mengatakan bahwa pertemuan FIFA Performance Programme-Indonesia mengulas kekuatan dan kelemahan organisasi serta program PSSI.
"Sifat dari pertemuan ini adalah organisational review. Tujuannya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan organisasi serta program PSSI," kata Azwan.
"Nantinya FIFA bisa rekomendasi poin-poin yang harus diperkuat, dan berikan masukan kepada PSSI, tentang apa saja yang FIFA bisa bantu," tambah Azwan.
Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono yang juga turut hadir dalam konferensi pers menambahkan, tujuan kedatangan FIFA adalah meningkatkan 3 aspek dan elemen sepakbola di Indonesia.
"Meningkatkan kapasitas, government, management, dan technical," timpal Jokdri panggilan akrab Joko Driyono.
Jokdri mengatakan bahwa selama 3 hari FIFA akan berinteraksi dengan Exco (Komite Eksekutif), Pemprov, Sponsor, Liga dan Menpora.
"Malam ini FIFA akan bertemu dengan Executive Exco untuk membahas tentang persiapan yang selama beberapa hari ini melakukan review. Dari situ masuk rekomendasi," ujar Jokdri.
"Program ini akan dicover selama 4 tahun ke depan. Dan, review selama 1 tahun," tambah Jokdri.
Jokdri menambahkan bahwa program FIFA tersebut akan membantu PSSI untuk mempercepat pencapaian yang telah ditetapkan.
"Yang kedua mendapatkan pendampingan yang efektif karena ada eksitensi yang langsung dari 3 element tersebut," tutup Jokdri.
Pada pertemuan tersebut, Kim Chon Lim (Insruktur FIFA), Domeka Garamebdi (Development Officer FIFA), James Johnson (Manager Member Asociation), hadir untuk menjadi perwakilan FIFA.
Perwakilan FIFA lainnya adalah Satoshi Saito (FIFA Consultant), Frederic Guillemont (Senior Manager Peformance Management FIFA).
Sementara itu dari AFC perwakilan yang hadir adalah Sanjeevan Balasingam (Director Member Association AFC).
Organisasi PSSI yang bertemu dengan FIFA, antara lain, Direktorat Tehnik PSSI, Keuangan, IT&Komunikasi, Sepakbola Wanita, Futsal, Liga Amatir, Marketing, Timnas, dan Liga Profesional.