SEA Games 2013 Myanmar

Kesempatan Kedua RD

Sabtu, 21 Desember 2013 14:51 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Stadion Zayyarthiri, Naypyidaw, Myanmar, akan menjadi saksi negara juara sepakbola SEA Games 2013 saat Indonesia bertemu Thailand di final.

Final SEA Games 2013 tercatat sebagai partai pamungkas kedua bagi Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan. Dua tahun lalu, Rahmad menanggung malu sangat besar di kandang sendiri.

Bermain di Senayan, Jakarta, Indonesia menyerah di tangan Malaysia dalam SEA Games 2011 Indonesia lewat kekalahan adu penalti.

Ingin membalas kegagalan dan membayar utang sekaligus membuang impian yang tertunda di SEA Games 2011, Rahmad menjanjikan permainan Indonesia yang berbeda demi keping emas.

“Ini menjadi final kedua saya sebagai pelatih. Saya akan bekerja keras untuk mewujudkannya,” kata Rahmad Darmawan seperti termuat di situs http://www.aseanfootball.org, Sabtu (21/12/13).

Selain menuntaskan impian tertunda di SEA Games 2011, Rahmad juga mengusung balas dendam kepada Thailand yang mengalahkan Indonesia dengan skor 4-1 di penyisihan grup, 12 Desember 2013.

“Kami kalah dari Thailand pada pertandingan pertama, tapi partai final ini akan berbeda,” tegas Rahmad yang kemungkinan tidak bisa menurunkan Andik Vermansah akibat cedera.

Fakta lain yang mengganggu pikiran Rahmad adalah ketidakbugaran pemain setelah menjalani pertandingan 120 menit saat menyingkirkan Malaysia di semifinal lewat adu tendangan penalti.

Bila menang atas Thailand, nama Rahmad akan masuk dalam sejarah sepakbola Indonesia dan Asia Tenggara sebagai pelatih pemberi emas pertama bagi Indonesia setelah tahun 1991.

Sepanjang SEA Games 1993-2007, Thailand menguasai sepakbola dengan delapan kali juara dan merebut emas. Malaysia muncul jadi idola saat menjadi juara dalam dua edisi terakhir, 2009 dan 2011.

Selain tahun 1991 saat menjadi juara sepakbola SEA Games di Filipina, Indonesia juga menjadi juara saat menjadi tuan rumah pada tahun 1987.