Tuntut Walikota Bubarkan Persebaya

Ancaman Bonek 27

Jumat, 3 Januari 2014 22:34 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Ratusan massa yang mengatasnamakan Arek Bonek 27 –pendukung Persebaya 1927 yang terkena krisis finansial—membuktikan ancaman mereka bergerak mendemonstrasi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Jumat (03/12/14).

Bonek 27 mengancam akan melengserkan Risma jika tak turun tangan memenuhi tuntutan mereka membubarkan Persebaya Surabaya yang kini tengah bersiap menuju kompetisi Indonesia Super League 2014.

Koordinator Arek Bonek 27, Andi Peci, menyatakan, ancaman itu keluar sebagai wujud kekecewaan mereka setelah Walikota Surabaya itu tak merespons apa yang mereka serukan sebelumnya.

“Persoalan dualisme Persebaya ini sudah lama, tapi kenapa walikota tidak mau segera menyelesaikan dan terkesan sengaja membiarkan konflik yang terjadi," kata Peci dalam orasinya.

Bonek 27 melakukan unjuk rasa di Balai Kota Surabaya dan perwakilan kelompok suporter itu hanya bisa bertemu hanya Kabag Strategis Bakesbang Pol Linmas, Ucok Hendrie Perdamaian Simanjuntak.

Sebagian suporter yang kecewa mengancam akan turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih besar. “Kami adalah suporter sepakbola, kami bisa tak terkendali,” tegas Saputro, perwakilan Bonek 27.

Saputro bahkan mengancam akan bertindak anarkistis dengan merusak taman-taman di Surabaya yang jadi program andalan walikota menghijaukan Surabaya. “Jangan salahkan kami jika bertindak lebih menurunkan Risma,” sesumbar Saputro.

Pernyataan perwakilan Arek Bonek 27 itu ternyata pepesan kosong. Aksi demo jalan kaki dari Taman Mundu di depan Stadion Gelora 10 November usai sholat Jumat, pungkas tanpa keputusan pada pukul 16.33 WIB.

Massa Arek Bonek 27 kembali ke Mes Eri Irianto di Karanggayam, yang sudah mereka duduki beberapa pekan diduduki dengan izin dari petinggi Persebaya 1927.

Tanda-tanda aksi mereka tidak berjalan sesuai rencana bahkan sudah terlihat sejak awal. Sesumbar bonek Persebaya 1927 dari berbagai daerah akan menghijaukan Surabaya pada Jumat siang, nyatanya hanya berinti ratusan massa.

Situasi itu kontras dengan status di forum-forum dunia maya yang menyatakan aksi mereka mendapat dukungan lebih dari 5.000 suporter.

Berikut Tuntutan Arek Bonek 27 terhadap Walikota Surabaya:

1. Menagih janji walikota melarang Persebaya 2010 versi La Nyalla Mattalitti melakukan kegiatan di Surabaya.

2. Mencabut izin launching maupun pertandingan Persebaya 2010.

3. Mendesak Walikota segera mengambil langkah tegas menyelesaikan kasus dualisme Persebaya.

4. Walikota dan Kapolrestabes Surabaya segera menangkap dan mengadili oknum tindak kekerasan di Wonocolo.

Sebutan Persebaya 2010 adalah sebutan dari Arek Bonek 27 untuk Persebaya ISL yang mereka anggap baru lahir pada 2010 dengan mengubah nama Persikubar.