Fernando Soler belum menerima pelunasan tunggakan gaji daru manajemen Persebaya 1927. Sabtu (04/01/14), penyerang dari Argentina itu akan menyeret kasus Persebaya IPL ke FIFA.
“Bersama dengan pengacara, saya masih nunggu gaji saya yang belum dibayar Persebaya. Masih nunggu ketimbang membawa masalah itu ke FIFA,” kata Soler via sambungan telepon kepada INDOSPORT, Sabtu.
Menurut Soler, manajemen Persebaya IPL masih menunggak gaji Soler selama setahun pada musim Indonesian Premier League 2012-2013.
“Sampai sekarang belum ada nego dari Persebaya. Kalau mereka tidak mau bayar, masalah ini akan saya bawa ke FIFA,” tegas Soler menambahkan.
Selain masalah tunggakan gaji, pria kelahiran Buenos Aires, 24 Februari 1978 itu juga menyesalkan pencoretan dirinya oleh Persija Jakarta.
Soler merasa telah bermain bagus dan melaksanakan semua instruksi Pelatih Persija, Benny Dollo, selama menjalani seleksi di Pusdiklat Olahraga (POR) Pelita Jaya, Sawangan, Depok, Jabar, beberapa waktu lalu.
“Saya tidak mengerti alasan coach mencoret saya. Tidak masuk (squad) Persija itu tidak sesuai dengan planning saya,” beber Soler.
Dia pun masih menunggu klub Divisi Utama Liga Indonesia lainnya untuk meminang dirinya. Namun, kalau sampai 1 Februari 2014 belum ada klub merekrut, Soler akan pulang ke Argentina.
“Saat ini belum tahu klub apa, masih nunggu sponsor. Kalau belum ada kabar, ada info dari pengacara saya, mungkin selama 10 bulan saya akan pulang kampung,” ungkap ex pemain Persis Solo itu.
“Di sini saya susah cari uang dari tim Indonesia karena masalah finansial dan sponsor. Di sini kayak nggak ada solusi. Kalau ada tim yang mau nego dengan saya, kalau cocok saya ambil,” lanjut dia lagi.
Di Argentina, Soler berencana akan menjadi pemain atau pelatih klub professional Argentina, Arsenal de Sarandi atau Club Atletico Lanus.
“Saya yakin di sana bisa sukses bersama teman-teman. Saya hidup lima tahun bersama Lanus. Sejak kecil saya menekuni sepakbola di Argentina sampai umur 22 tahun,” ungkap Soler.