Persebaya dua kali mendapat larangan memakai dua stadion aset pemkot, Gelora Bung Tomo (GBT) dan Stadion Gelora 10 November, sebagai lokasi latihan menghadapi Liga Indonesia 2014.
Setelah tak mendapat izin menggunakan Gelora Bung Tomo sebagai tempat launching, Persebaya juga haram berlatih di Stadion Gelora 10 November, Senin (06/01/14) pagi.
Padahal saat menjalani sesi latihan pada Sabtu (04/01/14), Ambrizal dan kawan-kawan bisa berlatih di stadion legendaris tanpa ada kendala.
Sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan, penggunaan GBT maupun Gelora 10 November untuk kepentingan publik mendapat jaminan dalam peraturan daerah (perda).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya atas izin walikota menegaskan masalah yang menimpa Persebaya sebagai kesalahan komunikasi.
“Hanya miskomunikasi mas, sekarang sudah kami izinkan,” kata Kadispora Surabaya Hidayat Syah Senin (06/01/14) sore.
Larangan dari pemkot membuat Pelatih Persebaya Rahmad Darmawan membatalkan latihan pagi dan mengalihkan latihan sore ke Lapangan Nanggala, Dukuh Menanggal.
Polemik ini bisa jadi akibat imbas konflik dualisme Persebaya 1927. Akibat larangan itu, pendukung Persebaya kehilangan kesempatan menyaksikan tim sebagai tuan rumah Grup-3 Jawa di Inter Island Cup 2014.