Pemain Persebaya seharusnya berlatih di Stadion Tambaksari mulai pukul 09.00 WIB. Tetapi pasukan Bajul Ijo tidak bisa masuk lapangan karena pintu gerbang stadion terkunci.
Beberapa petugas keamanan (satpam) Stadion Tambaksari tidak berani membuka sesuai perintah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya selaku penanggung jawab pengelola fasilitas.
Akibatnya, jadwal latihan pagi Ambrizal dan kawan-kawan tidak terealisasi dan rombongan pemain kembali ke penginapan di kawasan Menanggal Surabaya.
Sehari sebelumnya pemain Persebaya sempat berlatih di stadion legendaris tersebut, setelah pada Senin (06/01/14) ada pertemuan antara pengurus Persebaya dengan Dispora Surabaya.
Pada pertemuan itu, Dispora Surabaya mengakui ada miskomunikasi petugas di lapangan dan selanjutnya memberi jaminan serta izin kepada Persebaya untuk memakai Stadion Tambaksari.
“Kami kecewa dengan sikap tidak konsisten dispora yang kembali melarang Persebaya latihan di Tambaksari. Padahal kemarin kami sudah diizinkan berlatih," kata asisten manajer Persebaya Amran Said Ali.
Media officer Persebaya Fahrizal Arnaz mengatakan sikap Dispora melarang timnya berlatih di Stadion Tambaksari merupakan bentuk diskriminasi dan pelanggaran terhadap Peraturan Walikota Surabaya.
“Kenapa hanya Persebaya yang dilarang memakai Stadion Tambaksari, sementara pihak lain diperbolehkan. Padahal, kami juga bayar sewa lapangan sesuai aturan yang berlaku. Tidak gratis," kecam Fahrizal.
Presiden Persebaya Diar Kusuma Putra menengarai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengintervensi Dispora Surabaya agar tidak mengizinkan Persebaya memakai Stadion Tambaksari.