Menjamu Internazionale Milano di Stadion Friuli, Udinese mencoba bermain positif sejak awal laga. Udinese bahkan mampu mengancam gawang Internazionale saat laga baru berjalan lima menit.
Nicolás “Nico” Federico López melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti. Sayang bola masih melenceng dari sasaran.
Berada di bawah tekanan, tim tamu berusaha membalas lewat serangan dari Fredy Guarín dan Diego Milito. Namun tak satu pun gol yang lahir dari upaya Inter.
Publik tuan rumah bersorak pada menit 32 menyusul gol cetakan Maicosuel. Pemain asal Brasil itu meneruskan umpan dari Nico López ke gawang Inter kawalan Juan Pablo Carrizo.
Papan skor tetap menampilkan 1-0 hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, pelatih Inter, Walter Mazzarri, melakukan pergantian dengan memainkan Rodrigo Palacio yang menggantikan Gaby Mudingayi.
Dengan tambahan penyerang, Inter semakin gencar memburu gol penyeimbang. Pada menit 51 Inter mendapat peluang, namun kiper Udinese, Ivan Kelava bisa mengagalkan usaha Zdravko Kuzmanovi?.
Asyik menyerang, Inter nyaris kembali kebobolan. Beruntung bola tendangan Emmanuel Agyemang-Badu yang sudah tak terkawal masih belum menemui sasaran pada menit 58.
Meski lebih menguasai permainan, usaha Inter mencetak gol selalu gagal. Pertarungan semakin sengit pada 10 menit akhir. Inter mencari gol, Udinese bidik gol tambahan lewat serangan balik.
Pada menit 82, tuan rumah nyaris menambah gol lewat serangan balik. Beruntung bagi Inter, usaha Widmer masih gagal.
Kedua kubu terus bertukar serangan. Setelah Guarin gagal cetak gol buat Inter, selang dua menit, tepatnya pada menit 86, giliran Udinese gagal mencetak gol lewat Maicosuel.
Hingga akhir laga, Udinese berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan memastikan tempat di perempatfinal. Udinese akan menghadapi pemenang antara AC Milan kontra Spezia di 8 besar.