Tim U-23 yang akan mewakili sepakbola masuk 10 cabang yang belum mengajukan nama atlet ke Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) ke persiapan pelatnas Asian Games 2014.
“Cabang olahraga yang belum memasukkan nama masih kami tunggu. Jika tidak menyelesaikan semuanya, ya, kami tinggal," kata Ketua Satlak Prima Suwarno di Senayan, Jakarta.
Selain sepakbola, cabang olahraga yang belum mengajukan nama atlet berasal dari cabang prioritas meraih medali Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, 18 September-04 Oktober 2014.
Cabang olahraga prioritas yang belum mengajukan nama atlet, antara lain adalah atletik, wushu, berlayar, karate, gulat, basket, anggar dan tinju.
"Semua nama atlet selanjutnya ditampung dan dilakukan seleksi. Setelah itu ditentukan prioritas terutama untuk Asian Games. Akhir bulan semuanya harus beres," jelas Suwarno.
Penentuan cabang olahraga untuk Asian Games berdasarkan indikator, seperti prestasi di SEA Games 2013 Myanmar serta prestasi dari single event minimal di kawasan ASEAN.
Suwarno menegaskan tidak ada perlakuan khusus untuk sepakbola. Bola tetap masuk cabang olahraga yang akan menjalan latihan, meski belum pasti berangkat ke Korsel.
"Sepakbola tetap masuk dalam program latihan. Kami akan melihat hingga menjelang diberangkatkan. Kalau prestasi jelek, yang tidak kita paksakan," tegas Suwarno.
PSSI sebagai induk sepakbola sudah menyiapkan dana besar ke Asian Games 2014, sekitar Rp10 miliar-15 miliar, dan tidak berharap banyak dari bantuan pemerintah.
"Masalah dana tidak berpengaruh. Asian Games bukan event uji coba. Jika ingin uji coba, silakan mengikuti single event, seperti turnamen gathering,” ujar Suwarno, wakil ketua umum KONI Pusat.