Dengan demikian, Persebaya bebas memakai Stadion Gelora Bung Tomo untuk menggelar pertandingan Liga Super Indonesia 2014 yang bergulir mulai awal Februari 2014.
Izin pemkot tertuang dalam surat bernomor 426.23/356/436.6.17/2014 tertanggal 23 Januari 2014 dengan tanda tangan Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan, Kamis (23/01/14).
“Kami bersyukur pemkot mengeluarkan izin penggunaan Stadion GBT. Manajemen siap melampirkan izin keamanan dari Polrestabes Surabaya sebagai pertimbangan," kata Amran Said Ali.
Amran yang menjabat asisten manajer Persebaya mengatakan manajemen siap membayar lunas biaya sewa stadion untuk semusim kompetisi sekaligus Rp300 juta atau 10 kali pertandingan kandang.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, biaya sewa Stadion GBT sebesar Rp30 juta per pertandingan.
Menurut jadwal PT Liga Indonesia, Persebaya akan mengawali kompetisi Liga Super 2014 dengan menjamu Mitra Kukar pada 01 Februari 2014, selanjutnya Putra Samarinda pada 05 Februari 2014.
Persebaya berencana menggelar laga uji coba di Gelora Bung Tomo agar pemain lebih mengenal dan terbiasa dengan kondisi lapangan.
"Selama ini pemain belum pernah latihan di GBT karena terkendala izin. Saat ini kami sedang menyusun ulang jadwal latihan dan uji coba," Amran menjelaskan.
Selain Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya juga kesulitan memperoleh izin dari Dispora Surabaya untuk menggunakan Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari sebagai tempat latihan.
Kondisi ini memaksa Pelatih Rahmad Darmawan terpaksa menggelar latihan di Lapangan Menanggal dan beberapa sempat berlatih di Stadion Jenggolo Sidoarjo yang kondisi lapangan kurang memenuhi standar.