Melawan tim divisi satu, Arsenal tak remehkan lawan, terlihat dari squad inti. Klub London memainkan Mesut Özil, Jack Wilshere dan Lukas Podolski, ketiganya tampil sejak babak pertama.
Podolski buka keran gol di menit ke 15. Berawal dari Wilshere yang berhasil curi bola dari lapangan tengah, mengumpan ke Ozil, lalu ke Podolski yangsukses ceploskan bola dari sudut sempit.
Gunners terus kuasai pertandingan, namun suporter Coventry yang pesimis timnya menang justru lancarkan protes, karena pertandingan sejatinya berlangsung di Northampton, bukan di Emirates.
Tak butuh waktu lama, sepuluh menit kemudian, menit ke 27, Lukas Podolski menggandakan keunggulan Arsenal jadi 2-0. Gol dari umpan tendangan sudut, Podolski tanduk lewat kepalanya.
Arsenal yang menguasai bola hampir 70 persen seperti masih butuh gol. Podolski nyaris membuat hat-trick jika tendangannya di menit ke 38 tak melambung di atas mistar gawang.
Selepas turun minum, Coventry City langsung menggebrak, kesempatan emas penyerang L. Clarke yang sudah berhadapan dengan Fabianski tak menjadi gol. Bola membentur tiang gawang.
Arsene Wenger sepertinya tak puas dengan hasil 2-0, beberapa pemain serang ia masukkan di pertengahan babak ke-2. Giroud masuk menggantikan Podolski, Cazorla menggantikan Bendtner.
Hasilnya efektif, menit ke 84, Giroud membuat gol ketiga. Berawal dari kerjasama indah, umpan tarik Gibbs, Giroud sambar dengan kaki kiri untuk menaklukkan kiper Murphy.
Tak mau kalah, pemain pengganti Santi Cazorla menambah penderitaan Coventry. Tendangan keras bek muda Arsenal, Carl Jenkinson menghasilkan rebond, langsung Cazorla sambar dengan tendangan voli.