“Dengan bergabung Ventforet Kofu, saya berharap bisa kembali membela tim nasional Indonesia dan mendapat panggilan dari pelatih Alfred Riedl lagi,” ujar Irfan Bachdim saat jumpa pers di Jakarta.
Sesuai dengan cita-cita pribadi dan seluruh keluarga Bachdim, Irfan Haarys Bachdim ingin membela tim nasional Indonesia. Harapan terwujud pada 21 November 2010 kala Irfan melakukan debut.
Melawan bekas provinsi Indonesia, Timor-Timur atau Timor-Leste, Irfan turut main saat tim senior menang 6-0 di Palembang. Uji coba untuk Piala AFF 2010 berlanjut hingga ia tampil di turnamen.
Setelah AFF Cup 2010, Irfan menjadi pemain reguler di Tim Garuda dan masuk lagi ke squad untuk turnamen yang sama edisi 2012. Namun ia hanya dua kali main pada Februari dan Maret 2013.
Bukan Pemain Naturalisasi
Meski lahir dan besar di Amsterdam, Belanda, Irfan mengaku memegang paspor Indonesia sejak remaja. Tapi ia baru mendapat kesempatan main di Tanah-Air leluhurunya pada awal 2010.
Bermula dari pertandingan ekshibisi untuk penggalangan dana bagi sejumlah mantan pemain nasional, Irfan mulai menyakinkan publik Indonesia tentang kemampuannya.
Walau berdarah Indonesia dari ayahnya yang merupakan keturunan Arab, Irfan hampir tak bisa berbahasa. Namun melalui situs resminya, ia menegaskan tidak pernah dan tidak perlu menjalani naturalisasi.
“...aku hanya ingin meluruskan tentang status kewarganegaraanku. Ayahku berkewarganegaraan Indonesia, dan Ibuku berkewarganegaraan Belanda,” tulis Irfan pada 25 September 2011.
“Di Belanda, setiap anak yang lahir dengan keadaan seperti aku, orangtua mereka harus memilihkan anak-anaknya salah satu kewarganegaraan. Orangtuaku memberi aku paspor Indonesia,” tambah ia.
“Jadi aku dan saudaraku tidak kehilangan darah Indonesia,” tegas Irfan yang mengalami cedera saat usia 16 tahun hingga batal masuk tim nasional Indonesia U-19 yang sedang uji coba di Belanda.
Kini suami Jennifer Kurniawan berpeluang masuk lagi ke tim nasional Indonesia. Dengan dukungan Garuda Indonesia, Irfan sekarang bergabung klub luar negeri di kompetisi terbaik di Asia.
“Saya akan berikan kecepatan dan skill saya,” ujar Irfan tentang tantangan barunya untuk merebut lagi perhatian sepakbola internasional, dan terutama tim nasional Indonesia.
Syarat bagi Irfan Bachdim tentu saja: tampil reguler dan baik di divisi teratas Liga Jepang, Division 1 J-League musim 2014, dengan klub barunya, Ventforet Kofu.