Profil Tim J-League

Mengenal Ventforet Kofu

Senin, 27 Januari 2014 16:00 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Setelah Ricky Yakobi, Irfan Bachdim mengikuti jejak sang senior untuk merumput bersama Ventforet Kofu di J-League musim 2014.

Setidaknya bagi beberapa orang, nama – nama seperti Jubilo Iwata, Urawa Reds, Yokohama F. Marinos atau Gamba Osaka adalah klub yang akrab di telinga pecinta sepakbola Indonesia.

Namun bagaimana dengan kiprah Venforet Kofu? Inilah sekelumit sejarah klub yang bermarkas di Kose Sports Stadium.

Terbentuk pada tahun 1965, Kofu tak seperti kebanyakan klub sepakbola di Jepang yang mayoritas pemainnya adalah pegawai yang menjadi sponsor sebuah klub, Kofu berbasis komunitas pelajar.

Venforet memiliki arti yang dekat dengan alam. Dalam bahasa Prancis, Vent berarti Angin dan Foret berarti Hutan.

Dalam semboyan lengkap bangsawan kuno di wilayah Kofu, motto klub berarti ‘secepat angin, sehening hutan, sedahsyat api dan seteguh gunung'.

Warna biru yang mendominasi jersey klub ini seakan representasi laju klub yang terkesan mendayu-dayu. Bagaimana tidak, Ventforet memiliki prestasi sejarah yang belum membanggakan.

Di panggung utama J-League 1, belum sekalipun Kofu menyesap kemegahan podium pertama. Publik Jepang lebih mengenal tim besutan Hiroshi Jofuku sebagai tim yang rajin naik turun kasta.

Pada 2012, Ventforet Kofu menjadi kampiun di kasta kedua. Namun untuk bertahan di posisi 15 Divisi Utama di akhir musim 2013, klub anyar Irfan Bachdim harus mengandalkan Dewi Fortuna.

Kita semua berharap Ventforet Kofu bisa mempengaruhi kecepatan berlari, kedahsyatan tendangan dan keteguhan seorang Irfan Haarys Bachdim. Semoga…