Persiapan SEA Games 2015

POBSI Ingin Pelatih Eropa

Rabu, 29 Januari 2014 22:27 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Soedarjanto menjelaskan, alasan POBSI ingin memakai pelatih asing, karena melihat prestasi negara Vietnam yang cukup bagus di SEA Games 2013, Myanmar.

“Jadi kita lihat dari Vietnam mereka mainnya bagus sekali karena memakai pelatih dari Eropa semua. Kita ingin seperti itu,” terang Soedarjanto kepada INDOSPORT, Rabu malam.

Namun, jika anggaran yang diberikan oleh Satlak Prima atau Menpora terbatas, lanjut Soedarjanto, POBSI akan menggunakan pelatih lokal.

“Kita nggak bisa memaksakan jika pendanaannya tidak mencukupi. Kita mencari jalan keluar, dengan pelatih dari Indonesia,” kata ia menambahkan.

Meski belum mengetahui nomer-nomer bilyar yang akan dipertandingkan nanti di Singapura, masih dari Soedarjanto, POBSI menargetkan perolehan medali cabang bilyar sama dengan SEA Games XVII.

“Kalau mau dianalogkan kejadian yang terjadi di Myanmar, kita berpikirnya tidak lebih jelek dari yang di Myanmar,” sambung ia.

Pria ramah ini kembali menuturkan, perhatian dari Kemenpora dan Satlak Prima untuk cabang bilyar cukup memadai. Hanya saja, POBSI butuh meja bilyar (laken) yang baru untuk saat ini.

“Hanya yang perlu diganti adalah laken. Laken itu untuk kita latihan intensif untuk 3 atau 4 bulan itu harus diganti,” beber ia.

Dari catatan dan evaluasi pelatih bilyar pada SEA Games 2013 lalu, kata Soedarjanto, POBSI juga telah membenahi kelemahan dan kekurangan pada diri pebiliar Tanah Air.

“Kita melihat adalah kosentrasinya pada atletnya. Data yang kita peroleh, latihannya perlu kita perbaiki, “ kata ia lagi.

“Dalam perbaikan itu ada beberapa macam, antara lain, taktik, tehnik dan strategi yang kemudian sikap mentalnya kita akan memperbaiki lagi,” pungkas ia.