Sejarah Sepakbola Nasional

Tiong Hoa di Timnas

Kamis, 30 Januari 2014 21:25 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Ketika berbicara tentang Imlek, maka kita tak bisa memisahkan etnis Tiong Hoa yang jumlahnya sekitar 2 juta lebih di Indonesia.

Etnis peranakan Cina ini juga turut andil dalam sejarah olahraga nasional. Jika sejauh ini terkenal di bidang bulu tangkis, maka sebenaranya mereka juga membantu membesarkan sepakbola Indonesia.

Sugih Hendarto, seorang pelaku sepakbola nasional bercerita kepada INDOSPORT, perihal pemain keturunan etnis Tiong Hoa yang pernah membela panji merah putih.

“Tan Liong Houw yang dulu bermain di sektor kiri di olimpiade Melbourne, masih main loh sampai sekarang meski usianya sudah 80 tahun lebih,” kata pria yang kerap disapa Om Hen.

Sepakbola Indonesia memang pernah berjaya, bahkan Indonesia pernah menahan imbang Rusia yang saat itu menjadi tim yang disegani.

“Kita punya Tan Liong Houw di sayap kiri, Sin Tjiang di bek kiri dan juga Maulwi Seilan di bawah mistar gawang. Semuanya bagus-bagus,” tegas pria yang kini masih aktif melatih di AS-IOP.

Memang dalam sejarahnya, tercatat setidaknya ada tiga klub yang berisikan etnis Tiong Hoa yang pernah aktif di kancah sepakbola nasional.

Tjung Hwa, klub yang melahirkan legenda Persija Tan Liong Houw, kini berganti nama menjadi Tunas Jaya dan ikut kompetisi amatir Persija.

Lalu ada UMS (Union Makes Strengtht) yang berdiri di Jakarta pada 2 Agustus 1914 yang menjuarai Voetbal Bond Batavia Omstreken (VBO), yang kelak akan berganti nama menjadi Persija.

“Namun sayangnya, generasi muda tak mengenal lagi nama-nama ini. Padahal mereka adalah pemain-pemain yang mengharumkan nama bangsa,” ucap Hendarto.

Memang saat ini kiprah pemain keturunan Cina terbilang sangat sedikit. Tercatat hanya Nova Arianto dan Kim Kurniawan adalah dua pemain etnis Tiong Hoa yang berlaga di ISL.  

“Mungkin karena dulu dipicu oleh perlakuan rasialis baik di dalam atau di luar lapangan, maka orang Cina sekarang jarang yang main di liga,” tutup dia.