Tidak Diperhatikan Satlak Prima

FOPI Mulai Berbenah

Minggu, 2 Februari 2014 18:10 WIB
Editor:
 Copyright:

Meski belum ada instruksi dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), FOPI tetap mempersiapkan cabang petanque dengan matang.

“Kita sudah mulai berbenah lagi. Kemaren FOPI sudah mencari pemain-pemain yang bagus dari junior yang sudah mengikuti turnamen di Vietnam,” kata Djufri kepada INDOSPORT, Minggu sore.

“Belum ada instruksi dari Satlaknya sendiri gitu. Kita tinggal nunggu saja. Kalau mereka minta kita sudah ada gitu,” sambung ia.

Pria ramah tersebut menjelaskan, olahraga petanque termasuk cabang olahraga yang baru. Namun demikian, Indonesia berhasil menyabet peringkat 4 dalam kejuaraan petanque Asia di Bali.

“Kemaren itu kita ikut kejuaraan Asia petanque di Bali, kita masuk rangking keempat. Orang Thailand-nya sendiri bilang Indonesia besar gitu,” kata ia.

“Olahraga petanque ini lahirnya dari Perancis. Di Indonesia itu di perkenalkan sejak SEA Games 2011 di Palembang,” ujar ia menambahkan.

“Untuk negara-negara pecahan Perancis kayak, Vietnam, Laos, dan Kamboja itu sudah berjalan 60-an tahun. Sekarang olahraga ini dimainkan sudah 80 negara,” tambah ia.

Selain itu, lanjut Djufri, ia menyesalkan cabang petanque juga tidak mendapat perhatian pemerintah, khususnya dari Satlak Prima dan Komite Olahraga Indonesia (KOI).

Ia menambahkan, FOPI juga kesulitan mencari sponsor terhadap olahraga petanque, cabang olahraga yang tidak begitu populer di Indonesia.

Akibatnya, masih dari Djufri, kontingen Indonesia gagal total memperoleh medali untuk petanque pada SEA Games Myanmar, 2013 lalu.

“Petanque adalah cabang olahraga baru yang sulit untuk mendapatkan sponsor, karena belum merata seluruh Indonesia. Baru ada 10 provinsi,” ungkap ia.

“Tadinya kita (FOPI) ingin membawa 23 orang, beberapa bulan dipangkas jadi 18 terus beberapa bulan lagi menyusut 14 orang. Menjelang SEA Games kita hanya bawa 6 orang,” kata ia lagi.

“Bagaimana kita mau dapat medali. Ini yang kita sesalkan. Dilirik aja kita nggak, waktu di Palembang aja nggak ada yang datang,” ia menambahkan.