Hari kedua Indonesia Super League 2014 mempertemukan dua tim musafir, PSM Makassar kontra Putra Samarinda di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
PSM yang bertindak sebagai tuan rumah malah tampil tertekan. Strategi Mundari Karya yang menurunkan duet Joko Sasongko dengan Ebrahim Lovenian tampil mendominasi.
Alur serangan berubah memasuki paruh babak pertama. ‘Juku Eja’ berganti mendominasi dengan pola permainan dengan tempo cepat.
PSM mendapat kesempatan saat bek Putra Samarinda asal Mesir, Naser Al Sebai menyentuh bola di kotak penalti.
Bertindak sebagai algojo, mantan kapten timnas, Ponaryo Astaman tak menyia-nyiakan peluang. Bola sepakan Ponaryo meluncur ke gawang Rivky Mokodompit.
Defisit satu gol membuat Putra Samarinda terus menggelar serangan. Namun tandukan dari Ilija Spasojevic dan eksekusi tendangan bebas Joko Sasongko, belum juga menghasilkan gol penyeimbang.
Selama 45 menit pertama, PSM Berjaya.
Memasuki babak kedua, Putra Samarinda tampil terus menekan lini belakang PSM yang dikomandoi Markus Horison.
Gol penyeimbang Pusam akhirnya datang jelang satu jam pertandingan berjalan. Memanfaatkan umpan Sultan Samma, Ilija Spasojevic menyeimbang kedudukan menjadi, 1-1.
Selepas gol Spaso, Tim ‘Pesut Mahakam’ terus tampil menekan. Kerja sama Spaso dan Samma nyaris menambah keunggulan Pusam.
PSM bukan tanpa peluang. Abanda Rahman yang masuk menggantikan Roman Chmelo mendapat peluang di menit-menit akhir laga, tidak memaksimalkan peluang di mulut gawang Rivky.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai.