Bermain di depan publik sendiri, AS Roma mengambil inisiatif serangan sejak laga berlangsung. Namun Napoli tak hilang nyali dengan memainkan permainan terbuka.
Tuan rumah unggul lebih dahulu pada menit 13. Umpan Pangeran Roma, Francesco Totti, mengalir mulus ke arah Gervinho. Mantan pemain Arsenal mudah mengecoh kiper Napoli, Pepe Reina.
Babak pertama berjalan 32 menit, tuan rumah mencetak gol kedua. Kali ini giliran Kevin Strootman mengemas gol kedua. Bola sepakan Strootman bersarang mulus di pojok gawang Napoli.
Di babak kedua, Napoli menggencarkan tekanan. Permainan kedua tim semakin terbuka. Saat paruh kedua baru berjalan dua menit, Napoli mencetak gol.
Kiper Roma, Morgan de Sanctis melakukan kesalahan fatal. Mantan kiper Napoli itu gagal mengamankan bola Gonzalo Higuaín. Alhasil bola masuk ke dalam gawangnya sendiri.
Napoli terus mengejar gol penyama. Tapi peluang demi peluang dari Higuain, José Callejon, dan Lorenzo Insigne gagal berbuah gol.
Sebaliknya Roma acap mengancam lewat serangan balik cepat memanfaatkan lengahnya lini pertahanan Napoli. Pertandingan semakin sengit, kedua kubu bergantian menguji kepiawaian kiper masing-masing.
Pada menit 66, pelatih Napoli, Rafael Benítez, memainkan Dries Martens menggantikan Marek Hamsik. Keputusan Rafa berbuah manis. Martens mencetak gol penyeimbang, empat menit kemudian.
Roma tersentak setelah membuang keunggulan dua gol. Pasukan Serigala terus mencoba mencari gol kemenangan. Usaha mereka berhasil pada menit 88 lewat Gervinho.
Penyerang Pantai Gading mencetak gol kemenangan Roma lewat kerjasama apik barisan serang Il Lupi. Dengan tenang, Gervinho meneruskan asssit Alessandro Florenzi. Roma kembali unggul 3-2.