Aturan Financial Fair Play

Ketua ECA Desak UEFA

Kamis, 6 Februari 2014 06:35 WIB
Editor:
 Copyright:

Karl-Heinz Rummenigge menduga PSG telah melanggar aturan financial fair play, menyusul pelanggaran besar-besaran klub tiga tahun belakangan.

"Saya tidak dapat membayangkan Paris St Germain telah mematuhi financial fair play," kata Rummenigge.

Pada peraturan FFP melarang klub habiskan dana lebih banyak daripada yang mereka peroleh dari hak siar televisi, pemasukan tiket, sponsor dan pemasukan-pemasukan dari hadiah kompetisi.

Sistem tersebut mengizinkan berhutang untuk mencegah pengeluaran besar-besaran pada pos gaji dan transfer pemain dari suntikan dana segar dari para pemilik yang kaya raya.

"Saya berharap (presiden UEFA) Michel Platini menjadikan ini masalah serius. Klub-klub yang melanggar peraturan-peraturan FFP akan harus membayar ulahnya,” ucap Karl-Heinz Rummenigge.

Menurut Rummenigge, tim-tim Liga Jerman berhasil untuk menghindari dari aturan FFP. Sebanyak 17 dari 18 klub peserta Liga Jerman telah dulang keuntungan pada musim lalu.

"Klub-klub Liga Jerman dapat memenuhi FFP, namun ini tidak terjadi di seluruh Eropa. UEFA semestinya mendesak peraturan-peraturan ini berlaku pada tim lain,” keluh Rummenigge.

PSG berubah menjadi tim superior setelah investor Qatar mengambil alih pada pada Mei 2011 dengan pembelian sensasional antara lain, Zlatan Ibrahimovi?, Edinson Cavani, dan Thiago Silva.