Mario Balotelli adalah magnet bagi pewarta. Tindak tanduknya di dalam dan luar lapangan selalu menyita perhatian.
Maka ketika sorot kamera mendapati sang penyerang berusia 23 tahun tersebut menangis saat timnya takluk 1-3 dari Napoli, berbagai spekulasi pun langsung timbul.
Kejadian bermula saat Giampaolo Pazzini menggantikan Balotelli di menit 73. Duduk di bangku cadangan, Balotelli tak kuasa menahan emosi dan air mata seketika deras mengucur dari matanya.
Spekulasi tentang menangisnya Balotelli langsung bermunculan. Kabar yang berhembus adalah perlakuan rasial yang terlontar dari fans Napoli.
Pelatih AC Milan, Clarence Seedorf menolak kabar miring tersebut. Seperti yang ia katakan kepada Football Italia, adalah hal yang lazim seorang pemain meluapkan emosi terdalamnya.
“Mario adalah manusia biasa dan menangis adalah hal yang normal di sepakbola. Saya rasa hal tersebut sangat indah, tapi saat ini saya lebih fokus pada pertandingan,” kata Seedorf.
Kabar lain menyebutkan Balotelli menangis berkaitan dengan bukti DNA yang menyatakan ia adalah ayah dari anak hasil hubungannya dengan mantan kekasihnya, Raffaella Fico.