Dengan kemenangan ini, Persita naik ke posisi tujuh Wilayah Barat menggeser Sriwijaya FC. Gresik United tetap berada di posisi kelima dengan empat poin.
Duel yang berlangsung di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, berlangsung seimbang. Pendekar Cisadane Persita sempat tertinggal dua kali dari Joko Samudro Gresik United.
Beruntung Pendekar Cisadane punya Sirvi Arvani yang mencetak gol penentu kemenangan tuan rumah pada menit 82.
Gresik United mengejutan pada awal laga. Bola tendangan bebas Matsunaga Shohei yang kemudian jatuh kepada Ndiaye Pape Latyr berujung menjadi gol pembuka di Singaperbangsa pada menit 8.
Tertinggal satu gol membuat permainan Persita semakin tidak berkembang. Serangan Maman dan kawan-kawan kerap terputus karena sering salah umpan dan terburu-buru melepas bola. Sebaliknya,
Laskar Joko Samudra lebih baik mengalirkan bola. Pergerakan Jimmy, Reza Mustofa dan Matsunaga sering membuat lini pertahanan Persita kalang kabut.
Sadar kalah di lini tengah, pelatih Persita Arcan Iurie memainkan Hari Habrian menggantikan Mahadirga Lasut. Kehadiran Hari Habrian menggairahkan permaina Persita.
Persita menyamakan kedudukan lewat tendangan keras kaki kiri Valentino Telaubun pada menit 40 berawal dari tendangan rebound dari Kenji.
Gresik membalas. Tendangan Matsunaga berujung pada gol yang menjebol gawang Persita. Tuan rumah tertinggal 1-2 hingga turun minum.
Menghadapi babak kedua, Persita langsung menggebrak. Tak lama babak kedua bergulir, Kenji menjebol gawang Gresik pada menit 46 dan skor kembali sama 2-2.
Kedudukan imbang membuat kedua tim terus berupaya menambah gol dan membuat pertandingan makin menarik. Saling jual beli serangan tersaji di lapangan.
Sirvi Arvani menjadi bintang kemenanga Persita. Pada menit 82, aksi Sirvi Arvani berujung gol ke gawang Gresik. Gol Sirvi menjadi gol terakhir di Singaperbangsa, Persita menang 3-2 atas Gresik.