Turnamen sepakbola Piala Dunia semakin lama semakin banyak menghasilkan karbon. Empat tahun lalu di Afrika Selatan, 1 juta ton karbon terbuang ke udara saat Piala Dunia 2010.
Dampak terbesar adalah pembuangan gas karbon yang berasal dari penonton maupun pemain lewat 12 stadion, tempat 64 pertandingan berlangsung.
Dewan Pariwisata Brasil memperkirakan bahwa para pelancong akan menghabiskan USD10,4 miliar selama Piala Dunia 2014. Namun pemasukan ini berdampak pada lingkungan.
Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memperhitungkan turnamen di Brasil 2014 akan melepas 2,72 juta ton karbondioksida ke atmosfer, lebih banyak 1 juta ton daripada di Afrika Selatan.
Gustavo Fruet, Wali Kota Curitiba, salah satu kota di Brasil yang menjadi tuan rumah pertandingan, mengatakan, penghijauan termasuk dalam persiapan yang pihaknya lakukan.
"Kita harus belajar dari hal positif apa yang Johannesburg , Afrika Selatan (tuan rumah Piala Dunia 2010), telah lakukan dengan segala perencanaan kota (ramah lingkungan),” ucap dia.