Kemenangan telak 5-0 atas Perseru Serui, belum menjadikan Mundari Karya optimistis Putra Samarinda bisa mengulang kemenangan menghadapi Tim Mutiara Hitam, Persipura Jayapura.
"Evaluasi sudah pasti ada karena saya ingin tim ini bermain lebih dinamis dan konsisten. Ketika tim kita unggul atas Perseru, ada penurunan ritme permainan," kata Mundari Karya.
Mundari tak menampik ia memang menginstruksikan pemainnya untuk sabar saat menekan pertahanan lawan. Sebab ia mengantisipasi permainan cepat Perseru, terutama serangan balik lawan.
"Tapi saat pemain menguasai bola ketika berhasil mematahkan serangan lawan, serangan yang dibangun juga kerap tak berjalan dengan baik. Itu terjadi setelah gol pertama tercipta," ujar ia.
Sebelum Spaso menjebol gawang Perseru di menit 13, Pusam bermain sangat cepat dengan melakukan serangan cepat dari semua sisi. Saat gol terjadi, justru permainan menjadi sedikit lamban.
Itu sebab tak ada gol tambahan tercipta, meski Pusam lebih banyak menguasai permainan. Beberapa kali kesalahan passing dan posisi pemain membuat tekanan pada Perseru berkurang setelah gol terjadi.
"Ini yang tak boleh diulangi pemain. Mereka harus bermain dinamis untuk mengimbangi permainan lawan. Apalagi lawan kita berikutnya adalah Persipura, yang dikenal sangat kuat dalam determinasi," tambah Mundari.
Memiliki waktu hingga Jumat, mantan pelatih PSPS Pekanbaru dan Pelita Jaya tersebut akan memantapkan kesiapan timnya untuk melawan Persipura.
Waktu yang ada juga menjadi kesempatan pemulihan pemain cedera, terutama Muhammad Roby. Saat bertemu Perseru, kapten Roby memaksakan diri bermain meski kondisinya belum pulih 100 persen.
"Mudah-mudahan bertemu Persipura, kondisi Roby lebih fit. Saat ini ia masih dalam masa pemulihan cederanya," tegas Mundari.