Rusuh Antar-Suporter

Massa Amuk Jakmania

Senin, 17 Februari 2014 23:19 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Kerusuhan yang terjadi bukan di kalangan pemain, melainkan antarsuporter. Kehadiran The Jackmania, julukan suporter Persija, di Bandung mengundang kemarahan oknum suporter tak beridentitas.

Selama pertandingan berlangsung hampir saja keributan antarpenonton terjadi jika petugas keamanan tidak turun tangan. Lempar-lemparan botol minuman plastik terjadi.

Kericuhan semakin menjadi, setelah pertandingan berakhir. Di luar stadion, massa oknum tak beridentitas sudah menunggu kehadiran The Jack.

Karena The Jackmania tak kunjung keluar, massa melempari pintu keluar di sekitar pintu utama VIP. Kaca mobil bernomor polisi D 1471 WC milik Brian (19), warga Cipaku Indah, Kota Bandung, pecah.

“Saya sudah masuk mobil. Tiba-tiba di-sweeping, ditanya KTP. Saya orang Bandung, begitu saya bilang ke mereka. Tapi mereka semakin menyerang," ujar Brian yang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Mantan Ketua The Jackmania Feri Indra Syarif mengatakan kehadiran The Jackmania di Soreang telah telah berkoordinasi dengan suporter Pelita Bandung Raya yang biasa disebut Baraya.

“Saya baru tahu mereka datang ke sini. Setelah saya tanya mereka, mereka bilang sudah berkoordinasi dengan Baraya, suporter PBR," kata Feri Indra Syarif.

"Kata mereka, Baraya tidak bisa tidak mengizinkan atau bisa menerima. Baraya juga tidak bisa memberi jaminan atas mereka.”

“Kami sudah mengimbau mereka tidak datang. Kami tidak bisa menolak, jika menolak mereka akan di luar, itu lebih berbahaya. Akhirnya kami tempatkan mereka di tribun barat," jelas Riki Sengkone.

“Kami minta mereka tidak gunakan atribut. Tapi mereka bawa bendera dan memprovokasi, nyanyian dan yel-yel. Dengan hadir di stadion, seharusnya mereka tahu diri,” tegas Riki, wakil ketua panpel PBR.

Riki mengakui akibat kerusuhan menjadi tanggung jawab panpel, “Pertandingan membuat penjualan tiket meningkat 3 kali lipat. Dengan kerusakan fasilitas stadion membuat kami harus mengganti rugi.”

Hingga pukul 20.30, gerombolan The Jackmania yang mencapai ratusan tersebut masih tertahan di tribun samping barat-selatan. Di sekitar jalan menuju tol Kopo, oknum tak beridentitas masih menunggu Jack.