PT Liga Indonesia (LI) yang merupakan penyelenggara kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) memutuskan laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta tanpa penonton away.
Dengan kata lain, pada pertandingan Sabtu nanti suporter fanatik Persija yakni The Jakmania dilarang hadir untuk menyaksikan laga tim kesayangannya.
CEO PT LI, Djoko Driyono menjelaskan keputusan tersebut antara lain guna pertandingan krusial tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Selain itu, kata Djoko, pertandingan yang berlangsung dapat berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya pihak yang rugi.
Betapa tidak, dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang, kedua suporter fanatik baik Persib maupun Persija terlibat permusuhan yang hingga kini belum ada penyelesaiannya.
"Jadi pada intinya, PT Liga memutuskan untuk pertandingan di Bandung maupun di Jakarta, tidak dihadiri fans dari tim yang away,” ujar Djoko.
“Kita hanya ingin memproteksi semua akses yang timbul nantinya," sambung Djoko Driyono.
Lebih lanjut, Djoko sebagai perwakilan dari PT LI ingin memberikan perubahan kearah yang lebih baik dalam menggelar kompetisi bergengsi tanah air tersebut.
"Liga di tahun 2014 ini, kita ingin menjadi lebih baik dibandingkan musim sebelumnya,” ujar Djoko.
“Perencanaan pertandingan Persib-Persija, menjadi spesial untuk PT Liga, kita persiapan berhari-hari dan berminggu-minggu,” lanjut Djoko.
Bahkan kemarin kita datang untuk meninjau Persija-PBR. Dari hasil analisis, Persib dan Persija yang merupakan klub besar ini harus terproteksi dari hal-hal negatif," terang Djoko.
Dengan begitu, pihaknya optimistis pada laga nanti, pertandingan akan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana sebelumnya.
"Keputusan tidak memperbolehkan suporter tim tamu ini sudah di confirm oleh dua manajeman baik Persib maupun Persija, ungkap Djoko.
“Karena ini tujuannya memproteksi dan meminimalisir efek negatif yang selama ini penuh dengan catatan efek besar, mulai dari dampak resiko konflik di lapangan, kerusuhan," sambung Djoko.
Menurut Djoko, sepakbola harus berjalan dalam kondisi nyaman dan hal itu adalah faktor dari kompetisi paling bergengsi di Tanah Air tersebut.
"Sepakbola tidak boleh dijalankan dengan kondisi yang tidak nyaman, kenyamanan harus menjadi faktor utama kita,” tutur Djoko Driyono.
“Kita ingin standar ini tidak berubah, dan dalam waktu menjelang tanggal 22 nanti, kita request kepada Panpel Persib, untuk memberikan kenyaman dan rasa aman," sambung Djoko.
Dengan demikian, pihaknya memberikan tenggang waktu kepada panpel laga kandang Persib untuk memberikan perencanaan pengamanan bagi tim tamu.
"PT Liga ingin standar pengamanan itu sama, baik saat Persija kesini atau Persib ke Jakarta. Kita fokus kepengamanan kepada pemain. Panpel sampai kamis akan menyusun pengamanan,” jelas Djoko.
“Ukurannya memang tidak mudah, maka PT Liga menurunkan tim khusus baik di Bandung maupun Jakarta nanti. Ini akan menjadi pekerjaan PT Liga, bisa saja dari tim keamanan,” lanjut Djoko.
Djoko Driyono juga menegaskan kepada panitia pelaksana laga Persib Bandung kontra Persija jakarta untuk fokus pada pengamanan secara tegas.
“Kita lupakan masalah yang kemarin-kemarin. Tapi kita harap pengamanan. Kita tunggu sampai kamis, pengamanan yang akan dilakukan panpel,” tegas Djoko.
Nanti kita approve di hari kamisnya. Kebijakan bukan harus disetujui, Jika hal tadi tidak dipenuhi, maka kita akan implementasikan regulasi penegakan Komdis," tutup Djoko Driyono.