Kebakaran lahan Gambut yang terjadi di Dumai, Pekanbaru, membuat kabut asap menyelimuti propinsi Riau. Kabut asap itu akhirnya menyebar ke daerah tetangga seperti, Payakumbuh.
Pelatih senam atlet Porprov Payakumbuh Rinto, Jumat, mengatakan terpaksa tidak melakukan latihan karena khawatir akan mempengaruhi kesehatan atlet.
"Kabut asap ini sangat mengganggu pernapasan anak-anak. Hanya pemanasan 10 menit, napas mereka sudah sesak, karena asap tebal," kata Rinto.
Ia menjelaskan, atlet yang ditanganinya rata-rata berusia 14 tahun ke bawah. Untuk latihan fisik, pesenam harus dibawa ke lapangan pacuan kuda.
Tapi dengan kabut asap tersebut membuat anak-anak tak kuat menjalani latihan fisik.Tidak hanya di cabang senam, atlet tenis, bola voli dan bola basket juga mengalami hal yang sama.
Sejumlah atlet bola basket dan tenis tampak batuk-batuk selepas melakukan pemanasan awal di lapangan terbuka.
"Kondisi cuaca berasap seperti ini membuat atlet jadi terganggu pernapasan," kata Yayuk pelatih bola voli putri Payakumbuh.
Atlet tinju Payakumbuh yang berlatih di kawasan Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat juga merasa terganggu dengan asap tebal tersebut.
"Biasanya latihan skiping anak-anak mampu bertahan 10 menit. Tapi, dengan cuaca berasap ini, tak sampai lima menit anak-anak sudah sesak napas," kata Supratman pelatih Pertina Payakumbuh.