Arab Saudi v Indonesia

Bermodal Serangan Balik

Rabu, 5 Maret 2014 14:51 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Rabu (05/03/14) malam, tersaji duel terakhir Grup C di dua tempat. Indonesia menantang tuan rumah Arab Saudi di Stadion Prince Mohd bin Fahad, Dammam. Beberapa jam sebelumnya, Irak menjamu China di Sharjah Stadium, Sharjah.

Posisi terkini di Grup C sebelum duel nanti malam, puncak grup masih dikuasasi oleh Arab Saudi yang punya 13 angka dari lima pertandingan. China di posisi kedua dengan 8 poin, Irak memiliki 6 angka. Indonesia jadi juru kunci karena baru punya 1 poin dari lima pertandingan tanpa pernah menang.

Duel terakhir Indonesia terjadi pada 19 November 2013 di Senayan, Jakarta, saat kalah 0-2 dari Irak. Sedang partai pertama melawan Arab Saudi berlangsung 23 Maret 2013 saat Indonesia kalah 1-2 juga di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.

“Kita ke Arab Saudi untuk membalas kekalahan di pertandingan sebelumnya. Saya akui kami di sini bukan bersaing untuk lolos ke putaran final. Kita tahu tuan rumah tim kuat, tetapi kami juga memiliki persiapan yang baik,” kata Alfred Riedl soal kekuatan kedua tim.

“Kami akan mencoba untuk mencetak gol dan menekan mereka dengan menggunakan serangan balik cepat. Kami datang untuk membuktikan merupakan tim yang bagus. Kami akan berjuang untuk meraih angka,” jelas pria asal Austria ini yang mengaku masih meraba-raba kualitas beberapa pemain Indonesia.

Meski menjadi unggulan, Arab Saudi tak ingin meremehkan Indonesia, seperti kata Pelatih Juan Ramon Lopez Caro, “Laga ini saya anggap sebagai laga final, seperti yang kami lakukan di seluruh pertandingan grup C sebelumnya. Apalagi kami bermain di kandang.”

Statistik mencatat, partai di Stadion Prince Mohd bin Fahad, Dammam, nanti menjadi pertemuan ke-14 Indonesia melawan Arab Saudi. Dari 13 duel sebelumnya di seluruh level, Indonesia tidak pernah menang. Arab Saudi meraih 11 kemenangan dan 2 pertandingan berakhir seri.