Sanksi Selebrasi Quenelle

Rahou Absen 10 Laga

Rabu, 5 Maret 2014 00:00 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Sebelum Rahou, Penyerang WBA asal Prancis, Nicolas Anelka, mendapat skors 10 pertandingan dan dijatuhi denda 80.000 pound pada bulan lalu karena melakukan sikap tubuh yang sama.

Anelka mengklaim bahwa gesture yang menyerupai salam Nazi terbaik itu merupakan penghormatan terhadap rekannya yang merupakan seorang komedian Prancis Dieudonne.

UEFA mengatakan bahwa Rahou, penyerang 21 tahun, melakukan sikap tubuh tersebut beberapa kali saat merayakan gol ketika timnya menang 6-1 atas Rumania di Antwerp pada Januari 2014.

Badan sepak bola Eropa UEFA mengatakan komite disiplin dan kendali mereka telah menetapkan bahwa sikap tubuh Rahou merupakan pelanggaran pasal 14.

Pasal 14 sendiri berisi peraturan-peraturan yang mengacu pada rasisme, sikap diskriminasi, dan propaganda.

Pasal itu menetapkan bahwa “seseorang yang menghina martabat manusia dari seseorang atau sekelompok orang dengan maksud apapun berdasar ras, agama, etnis dapat dijatuhi skors 10 laga.

Rahou masih mendapatkan izin untuk mengajukan banding. Aksi “politis” bukan pertama kalinya dalam dua tahun belakangan.

Pemain muda Yunani yang bermain untuk AEK Athens, Georgos Katidis, tidak bisa lagi membela negaranya.

Katidis mendapat hukuman berat tersebut lantaran melakukan selebrasi dengan dengan mengangkat tangan kanannya seakan memberikan salut a la pemimpin NAZI, Adolf Hitler.