Menpora Roy Suryo meminta sejumlah pihak agar tidak saling menyalahkan terkait melorotnya prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang. Roy harap semua pihak evaluasi dan perbaiki diri.
"Saya akan mengambil alih apabila terdapat kesalahan. Saya sebagai Menpora adalah pihak yang paling bertanggung jawab apabila ada prestasi yang kurang," kata Menpora.
Hal ini diungkapkan Menpora saat membuka Rapat Anggota Tahunan Komite Olimpiade Indonesia dengan tema "Melalui Gerakan Olimpiade Menuju Masyarakat yang Berolahraga dan Bangsa yang Berprestasi", yang diselenggarakan di Hotel Peninsula, Jakarta, hari ini.
Menpora berharap KOI, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dapat mencari akar permasalahan yang terjadi pada organisasi masing-masing untuk memperbaiki prestasi olahraga Indonesia.
Menurut dia, dinamika dalam organisasi merupakan hal yang dapat dimaklumi, namun semua pihak perlu berkontribusi untuk menyelesaikannya demi kejayaan olahraga di Indonesia.
"Saya minta KONI, KOI dan Satlak Prima mencari akar permasalahannya untuk diselesaikan. Sehingga, siapapun presiden dan menterinya, prestasi olahraga Indonesia bisa tetap cemerlang," ujar Menpora, seraya menyinggung dualisme organisasi olahraga KONI-KOI.
Menpora menambahkan, pemerintah juga akan mengeluarkan peraturan menteri untuk mensinergikan induk olahraga Indonesia, KOI dan Satlak Prima agar bisa harmonis dalam menjalankan tugasnya.
"Terdapat beberapa kejuaraan internasional dalam waktu dekat, semoga Indonesia bisa tetap semangat untuk meraih prestasi," ujar Menpora Roy Suryo.
Selain Menpora, RAT KOI 2014 juga dihadiri oleh perwakilan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) Vinod Kumar, perwakilan Komite Olimpiade Singapura Tan Eng Liang dan perwakilan penyelenggara Asian Beach Games Phuket, Thailand, Ramon Suzara.