“Kita lihat nanti seperti apa. Mengacu pada 5 syarat yang telah ditentukan Federasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) serta aturan PT Liga. Sanksinya bisa tidak ikut kompetisi LSI bahkan diturunkan ke divisi di bawahnya," kata Tonny di Bandung, Kamis (13/03/14).
Tonny berharap agar kasus tersebut dapat terselesaikan dengan kekeluargaan dan proses persidangan dapat dihentikan. “Sebenarnya sederhana. Kalau bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan secara kompeten hal ini (kasus perdata) dapat diselesaikan secepatnya," jelas Tonny.
Untuk mencapai hal tersebut, PSSI siap membantu dan menengahi kasus ini. Bila terus dilanjutkan yang akan mendapat kerugian adalah kedua belah pihak.
"Kalau dimediasikan mudah-mudahan bisa diselesaikan. Saran saya uang dikembalikan dan penggugat akan mencabut gugatan kepada Persib. Karena kita tahu Persib adalah tim paling rapi dalam keuangan di LSI," ujar Tonny.
Sidang perdana atas kasus perdata penipuan dengan tergugat Ruri Bachtiar selaku Ketua Panitia Penyelenggara (Panpel) Persib di LSI musim 2011/2012, Risha A. Widjaya selaku Direktur PT PBB digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (13/03/14).
Karena salah satu tergugat, yaitu Ruri Bachtiar, berhalangan hadir sehingga persidangan akan diundur hingga pekan depan. Erlan Jaya Putra mengatakan kasus ini bermula saat tergugat yaitu Ruri Bahtiar dan Risha A Widjaya menjanjikan kepada kliennya yaitu Mamynudin Fariza sebagai ketua Panpel LSI 2013 dengan syarat menyetor uang kurang lebih Rp1,6 miliar.
"Materi gugatan adalah tentang pengembalian uang dari Persib (Rp1,6 miliar). Kita menggugat karena uang semua masuk ke Persib secara formal karena dari klien kita juga tidak dapat apapun. Awalnya dijanjikan menjadi panpel tapi kenyataanya tidak ada,” kata Erlan.
Selain itu dalam kasus ini, pihaknya menyertakan pengurus PSSI dengan harapan dapat memantau jalannya persidangan. Karena Persib Bandung dikenal sebagai tim papan atas dengan manajemen keuangan yang baik.
"Tapi terbukti dengan adanya kasus ini manajemen Persib tidak benar. Kita hanya ingin kebenaran terungkap disini," jelasnya.