Liga Super Indonesia 2014

Persiba Tumbangkan PSM

Sabtu, 15 Maret 2014 21:43 WIB
Editor:
 Copyright:

Gol tunggal Persiba diciptakan oleh Fernando Soler pada menit 20. Soler pun merayakannya dengan penuh emosi bersama para "Balistik" di tribun utara Stadion. Meski terhalang pagar besi, Soler dipeluk para penonton fanatik itu.

Begitu pula rekan-rekannya yang berlari menyusulnya ke tribun terbuka itu. Carlos Ozuna, Rizky Novriansyah, semua tertawa lebar seakan seluruh beban sudah terangkat.

"Buat Balistik yang selalu mendukung kami semua, terimakasih, terimakasih," kata Soler.

Saat kembali ke tengah lapangan melewati para fotografer di belakang papan iklan, terlihat matanya terlihat berkaca-kaca.

Inilah kemenangan pertama tim Beruang Madu di kandangnya pada musim ini, sekaligus juga kemenangan pertama di ISL 2014. Gol Soler tercipta di menit ke-20.

Sebelumnya "Beruang Madu" menyerbu pertahanan PSM dengan kekuatan penuh. Gelandang serang Ansu Toure merangsek hingga ke dalam kotak penalti. Ozuna mengobrak-abrik pertahanan Juku Eja, dan kerap pula menjadi yang pertama merusak ritme serangan PSM.

Pada menit 20, di sayap kiri daerah PSM, Toure sprint dan beradu cepat dengan Rachmat Latif, bek PSM yang musim sebelumnya justru berkostum Persiba.

Di dalam kotak penalti, tak jauh dari garis gawang, Toure terjungkal, namun masih sempat mengirim bola ke belakang, kepada Soler yang menderas dan memang menunggu bola liar.

Dari luar kotak 16 dan dalam sudut sempit, striker 37 tahun itu melepaskan tembakan mendatar dengan kaki kanan. Bola sempat ditahan kiper PSM I Ngurah Komang Arya, namun kerasnya tembakan Soler membuat bola tetap bergulir, melewati garis gawang, dan gol.

Stadion Parikesit pun bergemuruh. Soler terus berlari hingga ke depan pagar besi pembatas tribun yang dihuni para Balistik.

"Saya, juga atas nama seluruh pemain dan tim ini, mengucapkan terimakasih kepada Balistik, PFC (Persiba Fans Club), masyarakat Balikpapan, dan semua yang selalu mendukung kami," kata pelatih Jaya, Hartono seusai pertandingan.

Sama seperti para pemainnya, coach Jaya juga tampak gembira. Sebagai pelatih, ia mengaku, beban yang dirasakannya sebelum pertandingan justru lebih berat.

"Saya harap ini awal yang positif dan menjadi kebangkitan anak-anak semua untuk terus meraih hasil positif," tambah bek kiri tim nasional tahun 90-an itu.

"Persiba main ngotot sekali, bahkan menjurus kasar. Tapi sepakbola ya begitu, menang kalah biasa," sebut Pelatih PSM Rudy William Keltjes.

Menurut Keltjes, dengan baru sebulan menangani PSM, ia baru menargetkan mengembalikan gaya permainan keras PSM yang sudah jadi pakem.

Gaya itu belum lagi terlihat dalam pertandingan lawan Persiba. Menurutnya, justru tuan rumah Beruang Madu-lah yang memainkan gaya itu dengan konsisten dari awal hingga akhir pertandingan.