Semenjak berganti nama menjadi ‘Liga Primer Inggris’, kasta kompetisi tertinggi sepakbola Ratu Elizabeth bayak mengalami perubahan. Dari mulai peserta hingga teknologi pendukungnya.
Perubahan terakhir yang mencolok adalah saat klub promosi asal Wales, Cardiff City melakukan re-branding dengan melakukan beberapa perubahan krusial.
Pemilik Cardiff, Vincent Tan, membuat fans ‘The Bluebirds’ geram karena Tan mengganti logo burung yang sejatinya lambing Cardiff dengan dengan logo naga.
Pergantian ini hadir dengan alasan sang pemilik klub tidak menyukai burung dan menganggap naga adalah bintang yang popular di Asia. Selain mengganti logo, pengusaha asal Malaysia juga merubah warna jersey Cardiff dari biru menjadi merah dengan alasan warna terakhir lebih menjual.
Kini setelah Cardiff, klub asal daerah Yorkshire, Hull City juga tengah mengalami evolusi. Pemilik Hull City, Assem Allam memohon kepada FA Assem Allam untuk mengubah nama klubnya menjadi Hull Tigers.
Namun permohonan pemilik Hull City untuk berganti pada musim depan mengalami hambatan ketika FA mendapat masukan dari komite keanggotaan untuk menolak permintaan itu.
"FA mengonfirmasi Komite Keanggotaan bertemu pada Rabu (12/03/14) dan memberikan rekomendasi dengan suara bulat terhadap Dewan FA untuk menolak permohonan Hull City mengganti nama mereka menjadi Hull Tigers mulai musim depan," via pernyataan situs resmi FA.
Rekomendasi itu sekarang akan didiskusikan dan pemungutan suara akan dilakukan pada pertemuan Dewan FA penuh pada 9 April sebelum Allam dapat mengajukan upaya lain untuk mengganti nama klub Liga Utama Inggris itu setelah 109 tahun.
Allam yang lahir di Mesir, membeli klub yang dilatih Steve Bruce setelah meraih kesuksesan dalam bisnisnya di area itu, meyakini perubahan nama menjadi Hull Tigers dapat membantu klub meraih peningkatan pendapatan, namun rencananya memicu penentangan keras dari para penggemar.
Allam berkata bahwa dirinya akan meninggalkan klub jika FA tidak mengabulkan permohonannya untuk mengganti nama klub.