Soal Tiket PD Brasil 2014

Adu Mulut Ronaldo & Romario

Rabu, 19 Maret 2014 08:39 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Ini babak baru pertikaian kata-kata dua legenda tim nasional Brasil.

Pekan lalu, Romario yang kini berposisi sebagai legislator alias wakil rakyat, melayangkan kata-kata pedas kepada Ronaldo, anggota panpel PD Brasil 2014, karena tak kunjung memenuhi janji.

Ronaldo kelabakan dan dia membalas kritik itu dengan kata pedas pada Senin waktu Sao Paulo atau Selasa (18/03/14) WIB.

“Patut disayangkan menyaksikan Romario mengatakan kepada publik bahwa saya bertanggung jawab terhadap sesuatu yang tak berada dalam kontrol saya,” ucap Ronaldo.

Eks pesepakbola PSV Eindhoven dan Barcelona itu menyatakan, janji 32.000 tiket PD 2014 untuk kaum cacat dua tahun lalu, dikeluarkan oleh Federasi Sepakbola Brasil (CBF) pada 2011.

 “Saya bukan politikus, saya juga bukan wakil (federasi). Saya tak menjanjikan sesuatu yang tak dapat saya penuhi,” sambung Ronaldo Luiz Nazario de Lima yang dikutip AP.

Jumat 14 Maret 2014, Romario menunjukkan foto dirinya bersanding dengan Ronaldo dalam sebuah konferensi pers. “Foto ini diambil pada 2011, ketika Ronaldo berjanji di depan publik, untuk memberikan tiket kepada kaum cacat. Sejauh ini, tak ada apa-apa!” tandas Romario.

Ronaldo menyatakan dirinya berada di sana untuk mendukung gerakan itu, seperti Romario. Dia pun berharap federasi memenuhi janji. Ronaldo juga ingin Romario mendatangi pejabat federasi sepakbola Brasil untuk mencari jawaban yang sebenarnya.

“Saya juga gelisah menunggu jawaban itu, seperti orang lain. Kalau Anda butuh dukungan saya, mohon untuk (mengatakannya) dengan lebih sopan lain kali,” tutur Ronaldo.

Romario memang memiliki seorang anak perempuan yang cacat. Salah satu janji Romario di kongres adalah mencoba memperbaiki situasi di Brasil untuk kaum cacat.

Belum ada tanggapan dari pihak CBF sejauh ini, soal janji 32.000 tiket untuk kaum cacat yang belum dipenuhi itu.

Senin lalu, Ronaldo juga mengatakan sukarela menjadi anggota panpel PD 2014 dan dia mengaku tak menerima bayaran. Salah satu legenda Brasil, Bebeto, juga menjadi salah satu anggota panpel lokal.

Romario adalah anggota Selecao ketika menjuarai Piala Dunia AS 1994. Bebeto menjadi salah satu anggota tim inti, sementara Ronaldo adalah pemain cadangan.

Pada PD Korea-Jepang 2002, Ronaldo menjadi bagian integral Brasil meraih trofi penta campeao. Ronaldo juga mengguratkan tinta emas dengan berdiri sebagai top scorer turnamen dengan 15 gol.