Jelang Lawan Olympiakos

Lima Hal tentang MU

Rabu, 19 Maret 2014 10:01 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

1. David Moyes Bertahan

Kekalahan memalukan tiga gol tanpa balas dari Liverpool di Old Trafford, Minggu 16 Maret 2014, posisi David Moyes sempat diisukan bergoyang kencang. Namun, Selasa 18 Maret 2014, Manajer Moyes menyatakan posisinya masih aman.

Saat kalah dari Liverpool, tak ada cemoohan dari fans MU di Old Trafford. Mereka tetap bernyanyi mendukung tim kesayangannya, meski The Reds mencetak gol ketiga di Theater of Dreams.

Wujud dukungan total bagi Moyes, meski saat ini MU berada di posisi ketujuh Premier League dan peluang naik ke rangking keempat –slot terakhir UCL—nyaris mustahil.

Tujuh kekalahan dalam 14 pertandingan pada 2014 harus segera dikoreksi oleh Moyes. Apalagi, dua pilar baru, Marouane Fellaini dan Juan Mata, tak kunjung bersinar dan itu membuat sorotan kepada Moyes makin tajam. Sejauh ini, manajemen

2. Paceklik Gol

Bagi tim sekaliber Manchester United, raihan 18 gol di kandang sendiri dalam Premier League musim ini adalah aib besar. Jumlah itu menyamai Fulham, tim juru kunci sementara Premier League saat ini.

Wayne Rooney belum kembali menyatu dengan Robin van Persie. Kolaborasi mereka nyaris nihil ketika MU diempaskan Liverpool 0-3.

Situasi makin pelik saat The Red Devils kini harus membalikkan keadaan dari Olympiakos di laga kedua 16 besar Liga Champions. Dalam partai pertama, MU menyerah dua gol tanpa balas.

“Situasi yang pelik, sebuah tantangan baru. Kami belum pernah berada dalam situasi ini,” ucap kapten Patrice Evra yang dilansir AP. “Kami selalu bermain untuk memenangi pertandingan, memenangi laga Liga Champions, dan itu yang Anda butuhkan untuk itu adalah menunjukkan karakter dan kepribadian Anda.”

3. Lawan Alot

Olympiakos telah memenangi semu trofi di Yunani, kecuali kampiun liga sejak 1997. Musim ini, satu liga telah berakhir meski masih tersisa lima laga pada Sabtu 15 Maret 2014 dan Olympiakos berhasil menang 2-0 atas Panthrakikos.

Sejumlah pemain kunci sengaja diistirahatkan agar kondisi Olympiakos memuncak ketika mengarungi laga menentukan di Old Trafford.

“Kami dapat menorehkan sejarah dalam pertandingan itu,” tutur striker Paraguay, Nelson Valdez, yang mencetak gol Sabtu lalu. “Kami tak akan bermain bertahan. Kami tak akan membiarkan permainan United berkembang, untuk mencegak mereka menguasai pertandingan dan memastikan kami yang lolos ke babak berikutnya.”

“Kami memang belum sepenuhnya dapat berselebrasi. Kami punya laga besar di depan dan kami perlu tetap tenang. Saat selebrasi akan segera datang,” tandas gelandang Alejandro Dominguez. Turut melawat ke Manchester bersama Olympiakos adalah dua andalan, bek Ivan Marcano dan striker Javier Saviola.

4. Berlatih Tendangan Penalti

Senin 17 Maret 2014, Olympiakos berlatih tendangan bola mati dan penalti. Pelatih Mitchel Gonzalez menyatakan tak akan terlena meski squad dalam kepercayaan diri tinggi. “Saya tak ingin sesuatu mengubah penampilan kami,” tegas dia.

“Kami paham keunggulan 2-0 dalam pertandingan pertama bukan keuntungan serius, dan jika kami yang bakal lolos, kami akan menyerang dan mencetak gol. Kami tahu mereka (MU) sangat menginginkan membalikkan keadaan dan menjadi tim yang lolos ke babak selanjutnya,” sambung Mitchel.

5. Rekor Duel

Sesungguhnya Olympiakos beruntung memiliki keunggulan bermargin dua gol. Dari fakta yang ada, Olympiakos selalu kalah dalam 11 lawatan ke Inggris.  Sampai laga pertama 16 besar UCL dua pekan lalu, Olympiakos tak pernah mengalahkan MU.

Sejarah juga tak memihak Olympiakos. Sejak 1999 saat MU memenangi trofi Liga Champions dan mengandaskan Bayern Muenchen, tim-tim dari Yunani tak pernah mencapai babak perempat final UCL.