Kasus suap yang melibatkan pejabat FIFA, Jack Werner, perihal penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 terus bergulir.
Surat kabar asal Inggris, The Daily Telegraph, mengungkapkan, mantan wakil presiden FIFA Jack Warner telah menerima total dana 2 juta dollar AS dari mantan pengurus sepakbola Qatar Mohamed Bin Hammam untuk memenangkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Werner diberhentikan secara tidak hormat dari FIFA, sementara Mohamed bin Hammam diberi sanksi untuk tidak bersentuhan lagi dengan dunia sepakbola, setelah terbukti menawarkan uang sogokan $40.000 kepada Persatuan Sepakbola Karibia.
The Daily Mail mengatakan bahwa Kepala Komite Etik FIFA, Michael Garcia akan terus menyelidiki kekacauan dan kontroversi kasus undian tuan rumah Piala dunia 2018 dan 2022.
“Komite Etik mengetahui materi dalam artikel yang diterbitkan. Dengan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat FIFA, Komite Etik akan melakukan tindakan yang dirasaka perlu dilakukan,” kata Garcia.
Anggota eksekutif FIFA asal Jerman, Theo Zwanziger pernah mengatakan bahwa menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia adalah sebuah kesalahan.
Eksploitasi pekerja bangunan adalah masalah yang kerap didengungkan oleh banyak LSM dunia. Data tahun lalu menyebutkan setidaknya ada 40 orang buruh migran yang tewas saat pengerjaan pembangunan stadion sepakbola.
Zwanziger mengatakan bahwa pihak FIFA yang berkunjung ke Qatar seharusnya melihat langsung kondisi para buruh bangunan untuk melihat keadaan yang sebenarnya. Bukan sekedar kegiatan seremonial belaka.
Mengomentarai hal ini, Presiden FIFA, Sepp Blatter, menolak untuk berspekulasi apakah badan tertinggi sepakbola dunia akan mencopot hak Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
“Saya bukan seorang Nabi,” kata pria yang baru-baru ini dituduh oleh Romario sebagai pencuri dan koruptor.
Namun Blatter mengaku senang dengan adanya Komite Etik yang indipenden untuk menyelidiki kasus suap ini dan menyerahkan semuanya kepada Komite Etik.