Sisi Lain El Clasico

1 Pemain di 2 Sisi

Minggu, 23 Maret 2014 08:50 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Layaknya sebuah partai akbar, El Clasico menyisakan banyak cerita. Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub yang dihuni pemain-pemain kelas dunia.

Namun dari beberapa nama, ada yang membuat cerita hingga membuat terpana. Dan siapa sajakah mereka. Inilah nama-nama pemain yang pernah membela Real Madrid dan Barcelona.

Nama Alfredo De Stefano jadi penanda awal sengitnya permusuhan dua klub raksasa Spanyol. Datang dari Argentina, Stefano yang sudah menandatangani kontrak dengan Blaugrana akhirnya malah menjadi membela panji El Real setelah kisruh kontrak.

Polemik kontrak kian rumit hingga Federasi Sepakbola Spanyol memutuskan Presiden Kehormatan Real Madrid ini untuk membela Madrid dan Barca. Hingga pada akhirnya barca memutuskan untuk melepas De Stefano. Karena kasus ini, bibit permusuhan antara Castilian dan Catalan kian berkembang.

Meski migrasi pemain dari Cataluna ke ibukota masih terjadi pasca insiden De Stefano, namun efeknya tidak begitu besar. Hingga Bern Schuster memanaskan kembali perseteruan.

Mantan arsitek Real Madrid ini memberi delapan gelar bergengsi bagi Blaugrana dan hijrah ke kubu seteru setelah merumput selama delapan tahun di Camp Nou.

Masuk sebagai salah satu penggawa tim impian di era Johan Cryuff, Michael Laudrup toh akhirnya angkat koper setelah memberi treble winner di musim 1992.kedatangan Romario membuat gelandang yang sukses meraih gelar juara lima kali beruntun dari klub yang berbeda, pindah ke Santiago Bernabeu.

Meski masih ada nama lain, namun kepindahan Luis Figo adalah perpindahan yang paling membekas di ingatan kubu Los Cules. Kapten asal Pportugal dianggap sebagai anak emas, sebelum akhirnya kembali bersama Ronaldo Da Lima di masa Los Galacticos jilid pertama.

Figo mendapat perlakuan ‘istimewa’ dari fans Barcelona ketika menjalani laga El Clasico tahun 2002 di Camp Nou. Saat mengambil tendangan penjuru, Figo dilempari berbagai macam benda mulai dari botol hingga kepala babi.

Tak hanya Real Madrid yang mendapat servis dari pemain Barcelona. El barca pun pernah menerima pemain asal klub ibukota Spanyol. Meski hanya mencatat dua nama popular, nyatanya efek kepindahan Luis Enrique dan Samuel Eto’o cukup menohok.

Enrique bergabung bersama Barcelona dengan status free trasnsfer di musim 1996. Mantan pelatih AS Roma ini membawa Barcelona jadi kampiun eropa di musim pertamanya di Barca. Gelar yang tak diberikan Enrique kala masih berbaju Los Merenges.  

Samuel Eto’o adalaha kehilangan Real Madrid yang paling besar. Hanya berkiprah di Madrid sebanyak tiga kali, pemain Timnas Kamerun pindah ke Mallorca dan akhirnya dipinang Barcelona dan mereguk sukses.

Bersama klub Merah Biru, Eto’o menjadi mesin gol Barca dengan torehan 108 gol dari 145 penampilan. Tiga kali menghantarkan Barcelona jadi kampiun La Liga dan dua kali mengangkat trophy Liga Champions, cukup menohok bagi Madrid yang kala itu kering prestasi.