Kemenangan Juventus di kandang sendiri atas Parma semakin memperlebar jarak dengan AS Roma menjadi 14 poin. Artinya, peluang Si Nyonya Tua meraih supremasi tertinggi Liga Italia selama tiga kali berturut-turut, semakin terbuka lebar.
Bermain di kandang sendiri, Juventus Stadium, anak asuh Antonio Conte bermain menyerang dan menekan. Meskipun yang dijamu adalah Parma, tim yang belum terkalahkan dalam 9 pertandingan terakhir.
Berkat kemenangan ini, Juventus memiliki rekor baru dengan menjadi tim dengan kemenangan kandang terbanyak (15 Laga) sepanjang sejarah Serie A. Dan dua gol Carlos Tevez membuat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sementara Serie A dengan 18 gol.
Pemain asal Argentina, Carlos Tevez membuka keunggulan Juventus pada menit ke-25. Lewat aksi individu dengan melewati beberapa pemain belakang Parma, Tevez mampu melepaskan tendangan menyusur ke pojok gawang Mirante. Juve unggul 1-0.
Tevez kembali menunjukan aksinya di menit ke-31, untuk kedua kalinya ia membobol gawang Mirante, sekaligus menggandakan keunggulan Bianconeri di laga ini.
Gol ini tercipta setelah Mirante berhasil memblok tendangan Arturo Vidal, namun, hadangan kiper yang juga pernah membela Juventus ini jatuh di kaki Calos Teves, yang dengan mudah mengarahkan bola ke gawang. Juve unggul 2-0 sampai babak pertama usai.
Tertinggal dua gol membuat Parma langsung tampil menekan saat babak kedua mulai. Tembakan keras Molinaro di menit ke-63 berhasil masuk ke gawang Gianluigi Buffon. Kedudukan 2-1 membuat memecut semangat anak asuh Roberto Donadoni.
Namun semangat Parma meredup setelah pemain depan meraka, Amauri, yang juga pernah membela Juventus, diusir wasit setelah menyikut Chiellini saat berebut bola di udara.
Unggul jumlah pemain, membuat Antonio Conte berani melakukan rotasi pergantian pemain, antara lain dengan memasukkan Fabio Quagliarella menggantikan Fernando Llorente.
Namun upaya Juventus untuk memperbesar keunggulan tak berhasil hingga peluit akhir berbunyi. Skor bertahan 2-1 untuk kemenangan pasukan Hitam-Putih.